Mengkhawatirkan, Jumlah Pecandu Narkotika di Daerah Industri Ini Sangat Tinggi

Minggu, 31 Januari 2016 – 12:15 WIB

jpnn.com - NONGSA - Jumlah pecandu narkotika di Kepri saat ini tergolong sangat tinggi, yakni mencapai 41.767 orang. Tingginya angka pecandu ini disebabkan mudahnya barang haram itu masuk ke Kepri dan dikonsumsi para penggunanya.

Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Kepri, Kombes Pol Benny Setiawan mengatakan masuknya barang haram itu dari negara tetangga melalui pintu masuk yang kurang pengawasan aparat. Ditambah pintu masuk yang disebut jalur tikus itu mencapai ratusan.

BACA JUGA: Pusat Ingin Bubarkan BP Batam, Muladi: Itu Tindakan Bodoh

"Pintu masuk ke sini (Kepri) banyak dan tidak terdeteksi. Jadi tidak bisa diawasi keseluruhannya," kata Benny seperti dikutip dari batampos.co.id (group JPNN), Minggu.

Ia menjelaskan pihaknya akan melakukan pencegahan dengan meningkatkan pengawasan. Hal itu dilakukan bersama institusi maupun penegak hukum lainnya.

BACA JUGA: Rokok Listrik Meledak, Taring Copot

"Kita harus bekerja sama untuk melakukan pengawasan ini," tegasnya.

Benny juga menghimbau kepada para pecandu narkotika untuk segera melaporkan dan mendatangi BNNP Kepri guna menjalani proses rehabilitasi. 

BACA JUGA: Innalillahi, Sarjana Perikanan Itu Ditemukan Tewas dengan Posisi Bersandar

"Jangan ditangkap polisi baru direhab. Lebih baik berdasarkan kesadaran sendiri," tutur Benny.

Dia menjelaskan pada tahun 2015, BNNP Kepri melakukan rehabilitasi terhadap 1107 orang para pecandu narkotika. Namun, angka itu masih jauh dari target yang dipatok BBN Pusat.

"Kita memang ditargetkan dan baru mencapai 80 persen. Tapi ada beberapa kendala, sehingga tidak tercapai," terang Benny.

Menurutnya, kendala itu terletak pada kurangnya tenaga medis. Ditambah sarana dan prasarana untuk melakukan rehabilitasi.

"Kita sudah minta pemda. Dan saat ini ada 15 lokasi untuk menjalani rehab di puskesmas dan rumah sakit daerah," pungkasnya. (opi/ray)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga Ancam Hari Ini Obrak-abrik Pabrik Semen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler