Menhan Indonesia, Malaysia dan Filipina Bertemu di Bali, Nih Agendanya

Selasa, 02 Agustus 2016 – 11:37 WIB
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. FOTO: JPNN.com

jpnn.com - NUSA DUA - Menteri Pertahanan Indonesia, Malaysia dan Filipina kembali bertemu dalam forum The3rd Trilateral Defence Ministers’ Meeting di Nusa Dua Bali tanggal 1-2 Agustus 2016.

Hadir dalam pertemuan tersebut yakni Ryamizard Ryacudu (Menhan Indonesia), Dato’ Seri Hishammuddin Tun Hussein (Menhan Malaysia) dan Delfin N. Lorenzana (Menhan Filipina). Ketiganya membahas langkah-langkah pengamanan wilayah maritim di Laut Sulu, Filipina.

BACA JUGA: Dor! Dor! 11 Anggota Tim Pembunuh Erdogan Diringkus

Pusat Komunikasi Publik Kemhan menyebutkan pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan yang telah diadakan sebelumnya yaitu pertemuan pertama di Laos, di sela-sela forum Asean Defence Minister Meeting (ADMM) bulan Mei 2016 dan pertemuan kedua di Filipina bulan Juni 2016.

Pada pertemuan di Bali kali ini, ketiga Menteri Pertahanan telah membahas langkah-langkah selanjutnya sebagai implementasi kesepakatan yang dihasilkan pada dua pertemuan sebelumnya.

BACA JUGA: Helikopter Rusia Ditembak Pemberontak, 5 Orang Tewas

Topik yang dibahas antara lain hasil pertemuan staf militer ke tiga negara bidang intelijen dan operasi serta perkembangan Framework of Arrangement (FoA) yang telah ditandatangani di Jakarta 14 Juli lalu dalam forum Joint Working Group (JWG) ke-3. Selain itu, ketiga Menteri Pertahanan ini saling bertukar pandangan tentang perkembangan situasi keamanan maritim yang menjadi perhatian bersama.

Menhan Ryamizard Ryacudu menyampaikan beberapa pandangannya, terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menghadapi situasi keamanan maritim yang menjadi perhatian bersama.

BACA JUGA: Puan Maharani Pimpin Delegasi RI di Pertemuan Tingkat Tinggi Indonesia-Tiongkok

Ryamizard menegaskan tentang pentingnya untuk segera merealisasikan implementasi kerja sama Trilateral dalam bentuk kerja sama praktis di lapangan secara terkoordinasi.

Menurutnya, kerja sama tersebut berguna dalam menghadapi tantangan keamanan perairan perbatasan yang dewasa ini mulai marak terganggu.

Adapun langkah-langkah yang disampaikan Menhan antara lain tentang jaminan keamanan maritim terhadap ancaman seperti terorisme, kejahatan lintas negara, perdagangan manusia, pengungsi dan perdagangan narkoba.

Selain itu, Ryamizard menyampaikan juga langkah mengenai implementasi Patroli Maritim Trilateral dengan dasar kerangka kerja sama yang telah ditandatangani, upaya-upaya penyelamatan manusia dan kapal yang memerlukan protokol khusus.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini juga mengusulkan adanya latihan bersama baik di laut maupun di darat, pembentukan posko militer bersama untuk mempermudah mekanisme koordinasi, distribusi informasi dan intelijen dan perlunya mengeluarkan deklarasi bersama bagi dimulainya implementasi kerja sama di lapangan.

Dengan ditandatanganinya dokumen FoA yang berisi tentang Standard Operating Procedure (SOP) Patroli Maritim Trilateral maka ketiga negara sudah dapat segera melaksanakan patroli maritim bersama.

"Diharapkan patroli ini dapat mengatasi masalah keamanan di wilayah maritim yang menjadi perhatian bersama. Indonesia, Malaysia, dan Filipina akan meningkatkan komunikasi dan pertukaran informasi dan intelijen serta patroli di wilayah masing-masing,” ujarnya.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Setelah 10 Hari Diculik, Mertua Bos Formula 1 Bebas Tanpa Cedera


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler