Meninggal Karena Kolesterol, Mungkinkah?

Sabtu, 10 Maret 2018 – 05:13 WIB
Pasien saat dites kolesterol. Foto: Ilustrasi

jpnn.com - Kolesterol merupakan momok bagi sebagian besar orang. Pasalnya, ada sejumlah ancaman pada kesehatan jika tingkat kolesterol mencapai angka yang tinggi, yaitu berupa penyakit mematikan seperti stroke dan jantung koroner.

Rayuan berbagai makanan nikmat nan lezat memang sudah banyak memakan korban. Siapa yang tidak tergiur saat disuguhi berbagai makanan khas Padang, aneka gorengan, ayam saus telur asin, burger, atau beragam sajian seafood?

BACA JUGA: Sakit Kepala Terus-menerus Tanda Kolesterol?

Berbagai makanan yang pada umumnya dikategorikan sebagai enak dan enak sekali memang dikenal memiliki kadar kolesterol tinggi, khususnya kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL).

Sebetulnya ada dua jenis kolesterol, yaitu kolesterol jahat atau LDL dan high-density lipoprotein (HDL), atau dikenal dengan kolesterol baik. LDL berfungsi mengalirkan kolesterol ke seluruh tubuh, sehingga kelebihan LDL dapat menyebabkan penumpukan lemak pada dinding arteri. Kebalikannya, HDL berperan baik dalam membuang kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dan mencegah penumpukan.

BACA JUGA: Tangkal Kolesterol dengan Konsumsi 6 Buah ini

Kadar LDL yang berlebih (lebih dari 130 mg/dl) akan menyebabkan penumpukan di pembuluh darah, yang lama-kelamaan akan menyempitkan pembuluh darah. Akibatnya, terjadilah serangan jantung dan stroke, yang bukan tak mungkin dapat merenggut nyawa.

Kolesterol tinggi menelan banyak korban.

BACA JUGA: Atasi Kolesterol Tinggi dengan Cara ini

Penyakit kolesterol tinggi diperkirakan telah menyebabkan 2,6 juta kematian dalam setahun di seluruh dunia, yang sebagian besar disebabkan karena serangan jantung. Penyakit jantung memang telah dinobatkan sebagai pembunuh nomor satu di Indonesia, Amerika Serikat, bahkan di dunia.

Begitu berpengaruhnya kadar kolesterol dalam darah terhadap kejadian serangan jantung, 10 persen saja penurunan kolesterol pada laki-laki berusia 40 tahun didapati berhasil menurunkan angka kejadian penyakit jantung sebesar 50 persen. Jumlah ini sedikit berkurang pada laki-laki yang berusia 70 tahun – tapi masih cukup signifikan – yakni sekitar 20 persen.

Berbagai cara dan terapi dapat dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan kolesterol. Mulai dari mengubah pola makan, melakukan olahraga, hingga mengonsumsi obat-obatan penurun kolesterol. Semuanya bertujuan untuk menurunkan kadar kolesterol yang berlebihan, yang berisiko menyebabkan kematian akibat penyakit jantung.

Ingat, kolesterol terlampau rendah pun bisa berbahaya.

Kolesterol tinggi memang berbahaya bagi kesehatan jantung. Saking semangatnya menurunkan kolesterol untuk menjaga kesehatan jantung, banyak orang yang sampai kebablasan menurunkan kolesterol hingga ke level yang terlalu rendah.

Padahal, kadar kolesterol yang rendah juga berbahaya, karena dapat menyebabkan kematian.

Pertama kali dilaporkan oleh suatu penelitian yang dilakukan di Jepang, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perdarahan otak yang menyebabkan kematian. Di sisi lain, kadar kolesterol yang terlalu rendah juga ditemukan dapat menyebabkan kanker, kecenderungan untuk bunuh diri, dan kematian akibat penyebab lainnya yang bukan karena penyakit jantung.

Tergerak untuk menginvestigasi temuan tersebut, banyak penelitian lain yang dilakukan untuk mencari hubungan antara kadar kolesterol yang rendah dengan kematian.

Hasil penelitian yang ditemukan pun kurang lebih sama, yakni kolesterol yang terlalu rendah bisa meningkatkan angka kematian pada masyarakat, yang sebenarnya memiliki risiko rendah terkena penyakit jantung.

Selain itu, ditemukan juga peningkatan angka kejadian kanker, terutama kanker payudara.

Ada beberapa faktor risiko kolesterol yang tak bisa diubah, yaitu faktor usia, adanya riwayat kolesterol dalam keluarga, serta jenis kelamin.

Pria diketahui berisiko tinggi menderita penyakit jantung koroner, tapi wanita juga sama-sama berisiko ketika sudah menopause. Gaya hidup tidak sehat seperti mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak, kurang berolahraga, serta kebiasaan merokok bisa memicu naiknya kadar kolesterol.

Dengan memiliki kadar kolesterol normal Anda bisa terhindar dari berbagai penyakit seperti stroke dan jantung koroner yang mematikan.(RN/RVS)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kolesterol Tinggi? Waspada 4 Penyakit ini Mengintai


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler