Menkes Budi Gunadi Sadikin: Ini Atas Permintaan Bapak Gubernur

Rabu, 29 September 2021 – 13:10 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, KALIMANTAN BARAT - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) di Pontianak, Kalimantan Barat.

Menkes menjanjikan mendatangkan 400 ribu dosis vaksin ke Kalimantan Barat hingga Kamis (30/9).

BACA JUGA: Ramal Ria Ricis, Wirang Birawa: Kali ini Penasaran, Kamu Benar-benar Berubah

"Ini atas permintaan bapak gubernur karena katanya masyarakat Kalimantan Barat semangat untuk divaksinasi,” kata Menkes Budi, Selasa (28/9).

Jumlah itu, lanjut Budi, akan ditambah lagi agar makin banyak orang di Kalimantan Barat yang divaksinasi.

BACA JUGA: Gelombang Covid ke-3 Mengintai, Masyarakat Diimbau Tetap Disiplin Prokes & Segerakan Vaksinasi

Dia mengatakan masih ada 170 ribu dosis vaksin yang tersedia di Kalimantan Barat dengan cakupan vaksinasi mencapai 20 hingga 25 ribu dosis per hari.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur 3 Poltekkes Kemenkes Pontianak Sunarsieh mengatakan vaksinasi di Poltekkes mulai berjalan sejak 1 Juli 2021.

BACA JUGA: Bertaruh Nyawa Tangani Covid-19, Nakes Minta Afirmasi PPPK 2021 seperti Guru Honorer

Namun, Poltekkes sudah menjalin kerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk menyelenggarakan vaksinasi sejak Maret 2021.

Pelaksanaan vaksinasi di Poltekkes dibantu oleh 48 vaksinator, 2 petugas Pcare, 10 dokter, dan sekitar 30 orang petugas pencatatan dan pelaporan.

Poltekkes menggelar vaksinasi rutin setiap Selasa dan Kamis hingga Desember 2021 dengan menargetkan 250 sampai 400 peserta per kegiatan.

"Berdasarkan pencatatan di Pcare Poltekkes telah tercatat 6 ribuan masyarakat sudah di vaksinasi. Ditambah vaksinasi dengan KKP sehingga total masyarakat yang sudah divaksinasi sekitar 10 ribuan dari bulan Maret 2021,” kata Sunarsieh.

Bukan hanya menggelar vaksinasi rutin, Poltekkes juga melaksanakan vaksinasi massal dengan bekerja sama bersama pemerintah daerah setempat.

Vaksinasi massal itu menragetkan 700 hingga seribu peserta.

Sunarsieh memastikan sejauh ini tidak menemukan kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) pada peserta vaksinasi.

"Petugas diarahkan untuk melakukan skrining ketat terhadap masyarakat yang divaksinasi kalau memang terjadi dugaan KIPI. Yang sering terjadi hanya KIPI ringan seperti pusing,” ucapnya.(mcr9/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Yessy
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler