Menkeu Sri Mulyani Bicara di Forum Dunia, Pertanian Kunci utama Memulihkan Ekonomi

Rabu, 26 Mei 2021 – 10:19 WIB
Syahrul Yasin Limpo. Foto: M. Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan sektor pertanian adalah kunci utama dalam meningkatkan dan memulihkan ekonomi nasional yang sempat terperosok akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan.

Mantan petinggi Bank Dunia itu menyatakan pertanian juga sumber utama product domestic bruto (PDB) serta sumbernya ekonomi keluarga karena mampu membuka lapangan kerja secara luas.

BACA JUGA: Mentan Syahrul: Pertanian Merupakan Salah Satu Pilar Kekuatan Negara

Dalam beberapa tahun terakhir, kata Mulyani, pertanian tumbuh terus menerus, bahkan sampai 3 persen - 4 persen. “Tetap positif di tengah pandemi Covid-19 berkepanjangan," ujar Sri Mulyani dalam sesi webinar internasional bertema “Strategy for Strengthening Indonesian Agriculture”, Selasa (25/5).

Menurut Ani, panggilan akarab Sri Mulyani, sejauh ini sektor pertanian Indonesia mampu mendorong ketahanan dan kedaulatan pangan secara cepat serta mampu menyiapkan ketersediaan pangan dalam menghadapi kemungkinan adanya ancaman krisis pangan global.

BACA JUGA: Sri Mulyani Prediksi Kuartal II 2021 Perekonomian Tumbuh hingga 8,3 Persen

"Pertanian merupakan salah satu sektor kunci untuk mendukung perekonomian domestik, terutama untuk mendorong ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, dalam menghadapi ancaman krisis global," katanya.

Berdasar statistik pada Agustus 2020, Ani menyebut ada sekitar 38,23 juta orang yang bekerja di sektor pertanian. Produktivitas tenaga kerja secara tahunan tetap dalam posisi tren meningkat, yakni rata-rata 10 persen tahun.

BACA JUGA: Mayjen Dudung Ditunjuk Panglima TNI jadi Pangkostrad

"Pemerintah juga akan terus menyediakan anggaran untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung pemulihan ekonomi yang lebih baik," ungkap Ani.

Terkait hal ini, Ani mengatakan bahwa Indonesia sudah membangun lumbung pangan nasional yang disebut dengan Food Estate. Pembangunan baru dilakukan di tiga provinsi, yaitu Provinsi Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, hasil dari pengembangan Food Estate ini sudah bisa dirasakan dengan adanya panen raya di atas rata-rata 8 ton per hektare. Kita harapkan ke depan program Food Estate makin merata di seluruh Indonesia," ujarnya.

Terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pembangunan ketahanan pangan oleh pemerintah sudah berada dalam trek yang tepat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan sektor pertanian mengalami pertumbuhan 2,95 persen di Kuartal I-2021. Pertumbuhan positif ini melanjutkan tren yang dicapai tahun lalu yang tumbuh 1,75 persen di saat sektor-sektor lainnya mengalami kontraksi.

"Kita on the right track, kita sudah dalam trek yang betul, tinggal memang membutuhkan kebersamaan yang lebih kuat untuk menghadirkan pertanian yang lebih baik," katanya.

Mentan Syahrul menambahkan ekspor komoditas pertanian Indonesia juga mengalami kenaikan dari Rp 390,16 triliun di 2019 menjadi Rp 451,77 triliun atau tumbuh 15,79 persen. Menurutnya, struktur nilai ekspor pertanian ini didominasi oleh subsektor perkebunan.

"Ini kondisi rill yang ada. Berarti semua produktivitas kita baik itu tanaman pangan padi jagung misalnya, hortikultura, termasuk sayur-sayuran dan lain-lain, kemudian peternakan, kemudian tentu saja perkebunanan kita yang sudah mampu menunjang hasil yang ada," tutupnya. (*/jpnn)

 

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler