Menko Airlangga Minta Kepala Daerah tak Buat Kebijakan yang Ganggu Kepercayaan Masyarakat

Jumat, 11 September 2020 – 18:32 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: arsip JPNN.COM/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN)  Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah memiliki dana dan kapasitas pelayanan kesehatan yang cukup.

"Pemerintah menegaskan, tidak ada kapasitas kesehatan yang terbatas. Pemerintah mempunyai dana yang cukup," kata Airlangga di Jakarta.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Anies Baswedan Diserbu, Rizal Ramli Sikat Jokowi, Penerbit Kartun Nabi Muhammad tak Menyesal

Menko Airlangga juga menegaskan, pemerintah akan terus menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit selama pandemi belum berakhir.

Tidak hanya di kota-kota besar, Airlangga yang juga Menko Perekonomian tersebut menegaskan akan memenuhi kebutuhan kapasitas kesehatan di setiap daerah akan terus dipenuhi oleh pemerintah pusat.

BACA JUGA: Anies Baswedan Perketat PSBB, Ini Ketakutan Pedagang Pasar

"Kapasitas pelayanan kesehatan akan terus dimaksimalkan oleh pemerintah," tegasnya

Terkait PSBB total di DKI Jakarta, Menko Airlangga juga menyarankan Gubernur DKI Anies Baswedan agar kegiatan perkantoran bisa diterapkan jam fleksibel dengan menerapkan 50% di kantor, dan 50% bekerja dari rumah (work from home/WFH).

BACA JUGA: Anies Takut RS Penuh, Airlangga Bilang Siap Buka Layanan Kesehatan di Hotel Berbintang

"Perkembangan di DKI minggu depan kembali PSBB. Namun kami sudah menyampaikan bahwa sebagian besar kegiatan perkantoran melalui flexible working hours sekitar 50% di rumah, dan 50% di kantor," imbuhnya.

Menurutnya, pengumuman PSBB oleh Anies Baswedan berpengaruh pada penurunan pasar saham domestik pada hari ini.

"Beberapa hal yang kami lihat sudah menampakkan hasil positif, berdasarkan indeks sampai dengan kemarin, karena hari ini indeks (IHSG) masih ada ketidakpastian karena announcement Gubernur DKI (Anies Baswedan) tadi malam, sehingga indeks tadi pagi sudah di bawah 5000," ungkapnya.

IHSG pada perdagangan sesi pertama Kamis (10/9/20) terpaksa terkapar di zona merah setelah turun 4,88% ke level 4.898,11 setelah sebelumnya perdagangan sempat dihentikan oleh bursa karena anjlok lebih dari 5%.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 421 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 6,5 triliun.

Airlangga mengingatkan, dalam mengambil kebijakan hendaknya jangan sampai mengganggu kepercayaan masyarakat.

"Kita harus melihat gas dan rem ini. Kalau digas atau rem mendadak itu tentu harus kita jaga confident public. Karena ekonomi tidak hanya fundamental, tapi juga sentimen, terutama untuk sektor capital market," jelasnya.

Sejak 1 April sampai 7 September, kata Airlangga, beberapa sektor yang sudah mengalami perbaikan di antranya, industri kimia, pertanian, keuangan, pertambangan yang harga sahamnya sudah rebound 28%.

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler