Menko Airlangga Sebut Strategi Pemulihan Ekonomi Berlanjut hingga 2021

Rabu, 05 Agustus 2020 – 06:06 WIB
Airlangga Hartarto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Airlangga Hartarto menegaskan, skenario pemulihan ekonomi masih berlanjut hingga 2021.

Sebab, jakar

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Ruhut Termehek-Mehek Sentil KAMI, Ada yang Kapok dengan Prabowo, Reaksi Alumni 212

Menko Airlangga menjelaskan tentang siklus terbalik antara pandemi dan mata pencaharian. Jika penyebaran masih tinggi maka ekonomi akan semakin dalam.

“Jika masalah kesehatan ini tertangani, maka ekonomi akan kembali. Maka masyarakat diharapkan mampu melakukan penyesuaian perilaku terhadap Covid-19,” ujar Airlanggas saat menjadi keynote speaker pada Rapat Kerja Nasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan secara virtual, Selasa (4/8), di Jakarta.

BACA JUGA: Malu Dong, Masyarakat Ekonomi Mampu Kok Masih Pakai Gas 3 Kg

Airlangga juga mengatakan, pihaknya akan mendorong kebijakan kesehatan dengan prioritas tinggi di tahun 2020 dan 2021.

“Kami harap di tahun 2022 dan 2023 vaksin telah ditemukan, sehingga mereka akan berada pada posisi normal,” imbuhnya.

BACA JUGA: Arief Poyuono Sarankan Jokowi Lakukan Tiga Upaya Selamatkan Ekonomi

Bantuan sosial, lanjut Airlangga, akan didorong hingga 2021 dan secara bertahap akan mulai dikurangi pada tahun 2022.

Selain itu, usaha dan industri padat karya akan terus didorong hingga tahun 2022.

Menko Airlangga juga menuturkan, pemerintah akan melakukan restrukturisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Penempatan dana dan penjaminan juga terus dilakukan agar sektor riil dapat bergerak.

“Kami juga akan terus lakukan relaksasi regulasi. Salah satunya dengan transformasi regulasi melalui RUU Cipta Kerja,” ujar Airlangga.

Airlangga juga menjelaskan, guna mendorong UMKM, pemerintah juga menempatkan dana di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Bahkan, lanjutnya, pemerintah telah melakukan perluasan ke sektor korporasi, yaitu kredit di atas Rp 10 miliar hingga Rp 1 triliun.

"Saat ini dana yang ditempatkan di Himbara berjumlah Rp 30 triliun. Sementara dana yang sudah disalurkan senilai Rp 43,17 triliun kepada penerima sebanyak 519.797 debitur. Penempatan dana di BPD sendiri totalnya ada 11,5 triliun rupiah. Diharapkan ini dapat memutar perekonomian di level masyarakat,” ucapnya.

Dalam paparannya, Menko Airlangga juga menjelaskan program yang dilakukan untuk menghadapi pandemi Covid-19 adalah menjaga kehidupan dan menjaga mata pencaharian kehidupan. Menurutnya, hal ini adalah tugas dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Menjaga kehidupan dilakukan dengan mengatasi atau menekan virus, memperluas testing, karantina dan kapasitas perawatan, mencari obat/riset, meningkatkan kapasitas sektor kesehatan, serta produksi dan distribusi vaksin. Sementara, menjaga mata pencaharian kehidupan dilakukan dengan mendukung masyarakat dan bisnis yang terdampak, menyiapkan kembali masyarakat agar dapat bekerja secara produktif dan aman, serta menyiapkan kebijakan untuk pemulihan ekonomi nasional," pungkasnya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler