Menko PMK Minta Penanganan Stunting di Polewali Mandar Dioptimalkan

Selasa, 19 September 2023 – 23:51 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja ke Desa Sumarrang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis (14/9). Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, POLEWALI MANDAR - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja ke Desa Sumarrang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis (14/9).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengecek penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Dalam kunjungannya itu, Menko PMK didampingi oleh Pj Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar, jajaran forkopimda, dan jajaran pejabat Kemenko PMK.

BACA JUGA: Menko PMK Minta Mahasiswa UMI Makassar Jadi Pebisnis

Menko mendapatkan laporan bahwa angka stunting di Kabupaten Polewali Mandar masih sangat tinggi.

Bersasarkan data SSGI, Prevalensi stunting tahun 2022 di Kabupaten Polewali Mandar sebesar 39,3%. Prevalensi tersebut di atas rata-rata nasional dan di atas prevalensi Provinsi Sulawesi Barat yaitu 35%.

BACA JUGA: Menko PMK Tekankan Pentingnya Sinergi dalam Memajukan Kepemudaan dan Olahraga

Dalam kunjungannya di Desa Sumarrang, Menko PMK mengarahkan Kepada Pj Gubernur, Bupati, dan Kepala Desa untuk mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan dana desa untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Polewali Mandar.

Diketahui pada tahun 2023 Kabupaten Polewali mandar memiliki pagu Dana Desa senilai Rp 140,14 miliar, dengan total realisasi per 9 September 2023 senilai Rp 93,71 miliar.

BACA JUGA: Kemenko PMK Imbau Seluruh Pemda di Kalsel Patuhi Inpres Optimalisasi Program Jamsostek

"Saya minta semua ibu hamil dan yang punya anak bawah 5 tahun harus mendapatkan bantuan gizi tambahan. Bisa diambil dari dana desa bisa dioptimalkan sampai sampai 25 persen juga boleh," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar menargetkan angka stunting di daerahnya untuk tahun depan bisa mengalami penurunan sampai 15 persen.

Menko PMK juga meminta supaya diambil langkah khusus untuk menangani angka stunting yang masih sangat tinggi.

Salah satunya, kata Menko PMK adalah dengan mengadakan program bapak asuh stunting. Muhadjir mengatakan, bila setiap pejabat dan orang yang memiliki kemampuan mengangkat anak asuh stunting, maka penurunan stunting bisa mencapai target.

"Saya minta pejabat di sini untuk bisa menjadi bapak asuh stunting. Saya juga minta 2 orang, 2 anak balita di sini jadi anak asuhan saya. Kalau pejabat di seluruh Kabupaten Polewali Mandar ini semua bisa pejabatnya mau jadi bapak asuh mulai dari pejabat daerah anggota DPRD, kemudian Polri, TNI, saya kira 14 persen bisa tercapai," ucapnya.

Menko PMK juga mengapresiasi atas kelengkapan berbagai perlengkapan untuk mempercepat penurunan stunting yang ada di Kabupaten Polewali Mandar, dia mendapatkan laporan bahwa tiap puskesmas sudah punya alat USG untuk mengecek kehamilan dan juga di tiap posyandu sudah ada antropometri dan telah memenuhi syarat.

"Karena itu akan saya kawal betul bagaimana supaya nanti di Polewali Mandar ini penanganan stunting dan kemiskinan bisa betul-betul berhasil seperti yang diperintahkan Presiden," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga Menko PMK mengecek penyaluran bansos dan kelengkapan BPJS Kesehatan untuk warga kurang mampu.

Dia mendapatkan masih ada masyarakat kurang mampu yang belum mendapatkan bansos, dan juga blm mendapatkan bantuan BPJS Kesehatan.

Karenanya dia meminta supaya Pemkab bisa memberikan perhatian lebih dan bisa memaksimalkan bantuan yang harus diterima masyarakat kurang mampu.

Pada kesempatan sebelumnya, Menko PMK menyempatkan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Syech Hasan Yamani, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Di kesempatan silaturahmi itu Menko PMK juga memberikan bantuan berupa bantuan sosial dan bantuan Al-Quran.

Menko PMK juga mengajak unsur pondok pesantren membantu pemerintah dalam mempercepat penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Polewali Mandar.

"Kita mengajak pondok pesantren bisa ikut berpartisipasi untuk menangani masalah stunting dan kemiskinan ekstrem di sini," ucapnya. (dil/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler