Menko PMK Tinjau Langsung Kesiapan Ibadah Haji di Arab Saudi

Jumat, 21 April 2017 – 09:05 WIB
Menko PMK Puan Maharani bersama Menkes Nila F Moelek mengecek alat kesehatan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Foto: Kemenko PMK for JPNN.com

jpnn.com, MADINAH - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, memimpin langsung rapat koordinasi monitoring dan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2017, di Kota Madinah pada hari pertama kunjungan kerjanya ke Arab Saudi, Kamis (20/4) waktu setempat.

Mbak Puan menekankan, sukses penyelenggaraan ibadah haji tidak akan lepas dari upaya kerja bersama dan gotong royong. "Jemaah haji asal Indonesia harus bisa menikmati berbagai layanan mulai dari yang pokok hingga ke masalah terkecil sekalipun, termasuk terpenuhinya ketersediaan air minum bagi para jemaah dalam menghadapi badai panas (heat stroke) di Tanah Suci,” katanya.

BACA JUGA: Keluarga Densus 88 Diberi Jatah Haji, Suhardi Apresiasi Arab Saudi

Pada rakor yang digelar sejak pagi hingga siang waktu Kota Madinah itu, Menko PMK juga menyimak laporan terkini Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin yang antara lain memaparkan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), akomodasi jemaah selama berada di Madinah maupun Makkah, serta profil jemaah haji asal Indonesia yang dipastikan berangkat menunaikan ibadah haji 2017.

Per 18 April 2017 hingga pkl.17.00 WIB, pelunasan BPIH untuk haji reguler telah dilunasi oleh sebanyak 111.159 calon haji (calhaj) atau sekitar 54,49 persen dan haji khusus sebanyak 10.773 calhaj atau sekitar 68,78 persen.

BACA JUGA: Mba Puan: Kalau Ahok-Djarot Terpilih Kembali...

Para calhaj yang akan berangkat untuk usia 45–50 tahun jumlahnya mencapai 24,05 persen. Sementara usia kurang dari 41 tahun sekitar 10,88 persen. Kemudian usia 51–60 tahun mencapai 32,15 persen. Untuk usia di atas 60 tahun mencapai 24 persen, dan calon haji yang tergolong berisiko tinggi mencapai 67 persen.

Kuota jemaah haji Indonesia diketahui sudah kembali normal 100 persen atau menjadi 221 ribu calhaj termasuk tambahan kuota sebanyak 10 ribu jemaah, terdiri atas 204.000 calhaj reguler dan 17.000 calhaj khusus.

BACA JUGA: Mbak Puan Beri Kabar Gembira soal Persiapan Asian Games 2018

Sejauh ini, Kemenag telah mengupayakan pemondokan atau akomodasi jamaah selama berlangsungnya ibadah haji yiatu di Kota Makkah telah mencapai 98,95 persen atau berkapasitas sekitar 205.394 calhaj, sedangkan di Kota Madinah mencapai 36,72 persen atau berkapasitas sekitar 75.429 calhaj.

Akomodasi di Makkah berada di enam wilayah yaitu Aziziah, Mahbas Jin, Misfalah, Jarwal, Syisyah dan Raudah yang menggunakan 150 hotel dan mampu menampung jemaah sekitar 207.880 calhaj. Ke-150 hotel di enam wilayah itu telah dipastikan 100 persen khusus menampung jamaah asal Indonesia dengan repeat order sebanyak 56 persen dan sisanya merupakan hotel baru. Sedangkan kebutuhan akomodasi jemaah haji di Kota Madinah sebanyak 207.740 pax. Progress negosiasi pemondokan telah mencapai 36 persen yang direncanakan bisa menampung sekitar 75.429 calhaj.

Menko PMK selanjutnya meminta agar para calhaj paham dan siap atas segala tahapan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan kegiatan manasik haji yang sudah latih sejak masih di tanah air. Puan mengungkapkan perhatiannya terhadap kondisi kesehatan para calhaj asal Indonesia.

“Pemerintah mengimbau agar jemaah haji asal Indonesia bisa memahami kondisi tubuh mereka masing-masing untuk kemudian melakukan berbagai cara agar kondisi kesehatan serta stamina jemaah haji tetap prima,” tutur Puan.

Terlebih, karena memang akan ada sekitar dua juta jemaah haji dari seluruh dunia yang akan berkumpul di kawasan ARMUZNA (Arafah – Muzdalifah – Mina) dalam mengikuti kegiatan ibadah haji.

“Rasa lelah tentu akan muncul. Kesehatan tubuh tetap harus terjaga agar tidak terjadi gangguan kesehatan yang kritis. Saya minta tim tenaga kesehatan terus berkoordinasi hingga nanti para jemaah selesai melaksanakan ibadah hajinya,” kata Puan.

Menko PMK mengingatkan agar ke depan diusahakan 100 persen pemondokan menggunakan kontrak jangka panjang, sehingga bisa ditekan biayanya. Selain itu Puan juga menekankan pentingnya gizi dalam menu makanan serta mempertimbangkan cita rasa Indonesia.

Terkait pelayanan di Arofah Menko PMK mengingatkan Menteri Agama agar terus meminta kepada Pemerintah Arab Saudi ikut memperhatikan fasilitas toilet. Selain demi kesehatan para jemaah juga kenyamanan. Fasilitas tenda juga mendapat perhatian dari Menko PMK. Setiap tenda hendaknya dilengkapi dengan AC yang memadai, agar secara tidak langsung mengurangi resiko heatstroke. Setiap tenda harus diperhatikan ketersediaan air minum agar jemaah haji tidak mengalami dehidrasi.

Hadir dalam rapat koordinasi monitoring dan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1438 H ini antara lain Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegibriel, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono serta para pejabat terkait.

Usai memimpin dan memberikan arahan, Puan didampingi Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek berkesempatan meninjau fasilitas Klinik Haji Indonesia yang sebelumnya merupakan Balai Pengobatan Haji Indonesia. Menkes menjelaskan bahwa masalah utama Klinik Haji Indonesia adalah terkait penyewaan tempat. Apabila dimungkinkan pada masa depan, klinik haji itu punya tempat yang permanen.

Menko PMK lalu mengecek langsung fasilitas ruang perawatan, stok obat-obatan, termasuk ruang gawat darurat. Guna menjaga kebersihan, memang saat peninjauan berlangsung, segala sarana kesehatan dibungkus/ditutup plastik. Namun Menko PMK sempat memastikan baiknya kondisi alat kesehatan itu dengan membuka penutupnya.

Fasilitas kesehatan yang ditinjau Menko PMK ini menyediakan 75 tempat tidur rawat; 20 tempat tidur UGD dan 80 petugas kesehatan haji. Sifat pelayanan adalah pelayanan dasar dan emergensi. Lantai 1 Klinik Haji Indonesia dimanfaatkan untuk ruang rawat Psikiatri, ruang rawat laki-laki dan perempuan dan ruang penunjang seperti radiologi, ;aboratorium, gizi, poli gigi dan ruang linen.

Sementara lantai 2 dipergunakan untuk depo obat dan alat kesehatan, dan ruang kerja petugas sanitasi surveilans dan siskohatkes. Guna memberikan pelayanan maksimal, Klinik Haji Indonesia dilengkapi dengan delapan ambulans dan 80 petugas.

Perhatian Menko PMK untuk memberikan pelayanan haji secara maksimal tidak hanya selama di Arab Saudi, tetapi juga sejak keberangkatan di Tanah Air. Menko PMK meminta agar ke depan disiapkan materi manasik menggunakan kearifan lokal.

“Perlu disiapkan buku manasik di setiap embarkasi menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa daerah” kata Menko PMK.

Sebelumnya di Jakarta, Menko PMK juga menggelar rapat koordinasi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2017 untuk memastikan berbagai kesiapan pelaksanaan ibadah rukun Islam yang ke-5 ini.

“Semua persiapan harus kami lakukan dengan sungguh-sungguh. Kami harus mengingat betul bahwa dengan penambahan jumlah kuota haji ini, berarti jumlah orang yang akan dilayani juga semakin banyak,” kata Puan. (adk/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Siapkan Inpres Roadmap Sepak Bola Nasional


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler