Menkominfo Dorong Industri Hiburan Beradaptasi dengan Teknologi Digital

Kamis, 03 Februari 2022 – 13:02 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menilai industri hiburan harus beradaptasi pada teknologi digital, terutama pascapandemi Covid-19. Foto: Kemenkominfo

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menilai industri hiburan harus beradaptasi pada teknologi digital, terutama pascapandemi Covid-19.

Pasalnya, disrupsi teknologi menuntut setiap pelaku industri di Indonesia cepat mengambil langkah adaptasi dan agilitas yang tepat

BACA JUGA: Menkominfo Johnny: Rayakan Imlek 2022 secara Sederhana 

“Kami melihat bagaimana perubahan yang begitu tinggi terhadap film televisi, film serial di televisi, terhadap film-film teatrikal, dampaknya begitu luar biasa sehingga dibutuhkan adaptasi yang cepat dan dibutuhkan agility yang tepat,” ujar Johnny dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (3/2).

Oleh karena itu, Johnny mendorong agar setiap pelaku industri hiburan melakukan pengembangan diri dan memanfaatkan teknologi digital.

BACA JUGA: Menkominfo Sebut Ada 97 Juta Pekerjaan Baru Bakal Muncul

“Disrupsi teknologi juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap peleburan dan terhadap industri hiburan, secara khusus peleburan di industri perfilman. Harus direspons oleh para talenta industri hiburan dengan mengembangkan diri agar makin cakap digital,” tegasnya.

Menurutnya, valuasi industri hiburan secara global pada 2021 sebesar USD 2 triliun.

Angka itu menunjukkan pertumbuhan compound and world growth rate-nya sebesar 6,7 persen.

“Tinggi sekali. Di Indonesia pun demikian, tadi datanya disampaikan kepada saya bahwa di tahun 2021 yang lalu valuasinya sekitar USD 10,7 miliar. Diproyeksikan pada tahun 2025 prognosisnya mencapai USD 15 miliar atau compound annual growth rate sekitar 8,7 persen,” paparnya.

Jonhhy membeberkan disrupsi teknologi juga ikut berdampak terhadap produksi, pemasaran, dan distribusi sektor industri hiburan. Bahkan menurutnya saat ini, preferensi konsumen juga telah berubah.

“Dampak dari disrupsi ini menuntut juga berubahnya pola dan gaya marketing atau pemasaran tersendiri. Di dunia, industri hiburan bertumbuh dan berkembang luar biasa besarnya akibat disrupsi teknologi ini,” tegasnya.

Menkominfo pun menegaskan anak bangsa harus berperan dalam pertumbuhan industri hiburan.

“Itu syarat utama dan terutama karena ini keberpihakan kita. Indonesia tidak menutup diri terhadap liberalisasi, internalisasi, tetapi kita harus mampu untuk mengembangkannya dan menguasai industri untuk kepentingan domestik,” tandasnya.

Oleh karena itu, Menteri Johnny menyatakan dukungan kuat terhadap anak-anak negeri pelaku industri hiburan.

“Suatu kehormatan kebanggaan sendiri bagi saya malam ini bisa hadir di sini dalam memberikan kesaksian menghadiri Peluncuran Eventori Super Apps. Malam ini kita saksikan representasinya melalui Eventori, jadi saya hadir di sini sebagai Menkominfo memberikan dukungan yang kuat untuk itu,” ungkapnya.

Menteri Kominfo menyatakan pemerintah mengambil berbagai langkah-langkah baik di tataran regulasi maupun memberikan stimulus-stimulus, termasuk di dalamnya terhadap industri gim nasional.

“Kominfo mendukung Indonesia Game Developer Exchange (IDGX) melalui berbagai program yakni IGDX Academy, IGDX Business, IGDX Conference dan seterusnya,” jelas Johnny. (mcr10/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler