Menlu Retno Marsudi Desak Pembebasan Maharuddin, Samiun dan Farhan

Rabu, 27 November 2019 – 15:18 WIB
Menlu Retno Marsudi. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta Pemeritah Filipina mengintensifkan upaya pembebasan tiga WNI yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf. Tiga WNI yang bekerja sebagai nelayan kapal ikan di Malaysia, diculik dan disandera oleh kelompok tersebut.

Retno menyatakan, sudah bertemu Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana di KTT ASEAN-Republic of Korea (RoK) di Busan dan membicarakan soal penyanderaan itu.

BACA JUGA: Retno Marsudi Minum Air Mineral 10 Botol per Hari

"Kemudian Presiden (Joko Widodo) melakukan pembicaraan dengan Presiden Filipina (Rodrigo) Duterte," kata Retno di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (27/11).

Dalam pembicaraan itu, baik Retno maupun Presiden Jokowi mengingatkan kembali, masih ada tiga WNI yang menjadi korban penculikan. "Kami meminta bantuan otoritas Filipina untuk mengintensifkan upaya pembebasan tiga WNI dengan selamat," beber Retno.

BACA JUGA: Bagi Retno Marsudi, Musik Bagian dari Diplomasi

Menurut dia, Filipina merespons dengan baik permintaan Indonesia itu.

Ketiga WNI yang diculik adalah Samiun Maneu (27), Maharuddin Lunani (48) dan Muhamad Farhan (27), asal Baubau dan Wakatobi, Sulawesi. Ketiganya diculik saat sedang mencari ikan di perairan Lahad Datu, Malaysia.

BACA JUGA: Ada Cerita Ribuan Janda di Balik Syal di Leher Retno Marsudi

Ketiga WNI tersebut diketahui diculik setelah video ketiganya tersebar di akun media sosial. Seorang sandera dalam video yang mengaku bernama Samiun mengatakan, mereka ditangkap oleh kelompok Abu Sayyaf pada 24 September 2019.

Mereka berharap agar pemimpin perusahaannya dapat membantu membebaskan ketiganya. Mereka juga meminta bantuan pemerintah. “Dan juga Presiden Republik Indonesia, tolong kami, supaya kami bebas dari sini. Dan kumpulan Abu Sayyaf meminta tebusan 30 juta Peso (sekitar Rp 8,3 miliar) agar kami dapat kembali lagi ke Indonesia,” pinta Samiun dalam video yang beredar. (tan/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler