MenPAN-RB Azwar Anas: Bangsa Ini Membutuhkan Generasi Digital, Melek Sains

Kamis, 13 Oktober 2022 – 23:47 WIB
MenPAN-RB Azwar Anas menegaskan Indonesia membutuhkan generasi digital, melek sains, tetapi membumi. Ilustrasi Foto: Humas KemenPAN-RB

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas mengatakan Indonesia diyakini akan masuk jajaran empat besar ekonomi dunia.

Pada 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah penduduk Indonesia 70 persennya dalam usia produktif.

BACA JUGA: BNPT Salurkan Beasiswa Bagi Sejumlah Generasi Muda Asal Papua

“Bangsa ini membutuhkan generasi digital, melek sains, tetapi tetap membumi dan tidak tercerabut akar budayanya," kata MenPAN-RB Azwar Anas, Kamis (13/10).

Percuma kata Azwan Anas, punya generasi hebat sainsnya, tetapi tak kenal budaya bangsa sendiri.

BACA JUGA: Surat Terbaru MenPAN-RB Azwar Anas soal Honorer, Isinya Ngeri-Ngeri Sedap

Lebih lanjut Anas mencontohkan, tingkat bunuh diri anak-anak muda di kota-kota besar dunia saat ini masih terbilang tinggi.

Hal tersebut menjadi tantangan yang akan dihadapi  para generasi muda nantinya jika tidak bisa menyeimbangkan antara kebutuhan duniawi dan spiritual tersebut.

Keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar tentu berperan besar dalam tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

Menurut Menteri Anas, anak-anak yang saat ini berada di tingkat PAUD, SD, dan SMP akan memegang andil dalam proses menjadi generasi emas di 2045. 

Oleh karena itu mereka perlu dibekali dengan nilai-nilai kejujuran sedari dini agar menjadi pribadi yang dapat diandalkan di kemudian hari.

Yang paling penting menurut Azwar Anas, bukan hanya bagaimana dia mendapatkan sekolah atau pendidikan yang baik.

Namun, bagaimana mereka menjadi manusia jujur, bermental baik, menghargai perbedaan, berbudaya.

"Selain itu, punya lingkungan yang mendorong proses-proses kreatif sehingga anak-anak nanti tidak hanya punya ijazah yang baik, tetapi juga tangguh dan visioner,” imbuh mantan kepala LKPP ini. (esy/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler