MenPAN-RB Azwar Anas, Eks Reporter yang Mendulang Prestasi sebagai Bupati Hingga Jadi Menteri

Jumat, 09 September 2022 – 19:40 WIB
MenPAN-RB Azwar Anas yang punya segudang prestasi. Foto Humas KemenPAN-RB

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Briokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas resmi dilantik Presiden Joko Widodo pada Rabu, 7 September.

Sejumlah pekerjaan rumah strategis menanti sepak terjang pria yang pernah memimpin Banyuwangi dan aktif sebagai warga Nahdlatul Ulama ini.

BACA JUGA: Peringatan dari MenPAN-RB Azwar Anas, Jangan Sampai Honorer Tidak Masuk Pendataan Non-ASN

Dikutip dari laman resmi KemenPAN-RB, semasa kecilnya, pria kelahiran Banyuwangi 6 Agustus 1973, bersekolah di berbagai kota, mulai dari Banyuwangi, Sumenep, hingga Jember.

Dia pindah ke Jakarta untuk mengenyam pendidikan Fakultas Teknologi Pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta) dan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. 

BACA JUGA: 10 Pekerjaan Rumah MenPAN-RB Baru, Mulai dari Honorer K2 Hingga Pemindahan ASN ke IKN

Pada 2005, Azwar Anas studi S-2 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Dia memulai kariernya sebagai reporter Radio Prosonalia FM di Jember dan Jakarta pada 1990 hingga 1992.

BACA JUGA: MenPAN-RB Azwar Anas Jebolan Keguruan, Semoga Berpihak kepada Honorer dan PPPK

MenPAN-RB Azwar Anas dikenal aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Dia pernah menjabat sejumlah posisi penting dalam organisasi Islam terbesar se-Indonesia itu.

Pada 2000 hingga 2003, dia menjadi ketum Ikatan Pelajar NU. Pada tahun selanjutnya dipercaya sebagai ketua PP GP Ansor pada 2004 hingga 2009.

Dia memulai kiprah politiknya pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Melalui PKB, Azwar Anas menduduki kursi anggota DPR RI periode 2004-2009. 

Usai dari kursi dewan, suami dari Ipuk Fiestiandani ini terpilih menjadi bupati Banyuwangi bersama Yusuf Wisyatmoko.

Dari tangan mereka berdua, Banyuwangi meraih banyak prestasi dan penghargaan dari berbagai pihak.

Nilai budaya yang dijunjung oleh Azwar Anas sukses mencuri perhatian dunia. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini menggelar berbagai festival kebusayaan, mulai dari Banyuwangi Ethno Carnival, Banyuwangi Jazz Festival, Tour de Ijen, yang dikemas dalam perayaan Banyuwangi Festival.

Pemkab Banyuwangi memanfaatkan inovasi pariwisata dengan beragam festival yang berhasil meningkatkan laju kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Banyuwangi.

Azwar Anas pun sukses membawa Banyuwangi menjadi kabupaten pertama yang meraih nilai A pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP).

Dari sisi lain, Banyuwangi didapuk menjadi kabupaten terbaik layanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) oleh KemenPAN-RB pada 2019.

Banyaknya prestasi itu mengantar Azwar Anas menjabat sebagai bupati Banyuwangi selama dua periode, yakni pada 2010-2015, dan 2016-2021 Banyuwangi pernah mengukir sejarah tingkat internasional, yaitu juara United Nations World Tourism Organization (UNWTO) untuk kategori kebijakan publik bidang pariwisata terbaik di dunia.

Kerja keras Azwar Anas berhasil menurunkan angka kemiskinan di Banyuwangi hingga ke level 7,5 persen pada 2019. Sementara itu, pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi meningkat dari hanya Rp 20,86 juta (2010) menjadi Rp 51, juta per tahun (2019).

Setelah menyelesaikan masa jabatannya, dia ditunjuk Presiden Jokowi sebagai kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada Januari 2022. D ibawah komando Azwar Anas, LKPP mencapai target 1 juta produk di katalog elektronik.

Azwar Anas juga membenahi birokrasi LKPP dengan melakukan penyederhanaan birokrasi atau tahapan katalog elektronik. Dia juga mendorong pembangunan katalog elektronik lokal dan sektoral. (esy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler