Menpora Memaklumi Pembatalan ASEAN Para Games 2020 Filipina

Minggu, 10 Mei 2020 – 21:51 WIB
Menpora Zainudin Amali menanggapi soal pembatalan penyelenggaraan ASEAN Para Games 2020. Foto: Humas Kemenpora

jpnn.com, JAKARTA - Filipina sebagai tuan rumah ASEAN Para Games 2020 secara resmi mengumumkan pembatalan penyelenggaraan event tersebut.

Seharusnya ASEAN Para Games digelar pada 3-9 Oktober 2020 mendatang. Pembatalan ASEAN Para Games 2020 menyusul keputusan pemerintah Filipina yang ingin fokus pada penanganan pandemi Covid-19 di negara mereka. 

BACA JUGA: Menpora Tinjau Fasilitas dan Akomodasi Atlet ASEAN Paragames

Keputusan tersebut disampaikan oleh Presiden ASEAN Para Sports Federation (APSF) Osoth Bavilai kepada Komite Paralimpiade Nasional (NOC) negara-negara Asia Tenggara melalui surat edaran resmi bernomor APSF 2020/070 tertanggal 8 Mei 2020.

Pembatalan APG Filipina tahun 2020 mendapat respons dari Menpora Zainudin Amali. 

BACA JUGA: Demi Basmi Corona, Filipina Terpaksa Pinjam Uang ke Bank Dunia

"Kami sudah mendapatkan pemberitahuan dari Filipina sebagai penyelenggara APG 2020, APG yang rencananya dilaksanakan pada 2020 ini ternyata dibatalkan. Awalnya seusai dengan jadwal akan diselenggarakan pada Januari pada 2020, kemudian mundur menjadi Maret 2020 dan ternyata pemberitahuan terakhir bukan di undur tetapi dibatalkan," ujar Menpora pada Minggu (10 /5) sore di kediamannya, Jatiwaringan, Jakarta Timur. 

Padahal, lanjutnya, Indonesia sudah mempersiapkan atlet-atlet timnas dengan luar biasa.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Rakyat Sedang Bingung, Ruhut di Antara Sri Mulyani vs Anies Baswedan

Pelatnas di Solo dan para atlet di bawah kordinasi NPC sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Apalagi, Indonesia punya target besar untuk APG ini. Sebagaimana APG sebelumnya, Indonesia mempunyai target juara umum. 

"Tapi apa boleh buat kita tidak bisa berkata apa-apa karena yang membatalkan dari pihak Filipina sebagai penyelenggara APG. Kita paham karena suasana di manapun tentang pandemi Corona ini sama dengan di negeri kita dan begitu juga di Filipina mengalami hal yang sama. Tentu negara-negara ASEAN juga mengalami hal ini. Maka sekali lagi, kita memaklumi hal ini, walaupun saya tahu, atlet kita pasti ada kekecewaan karena persiapan mereka luar biasa dan harapan untuk menjadi juara umum sangat besar tapi apa boleh buat harus kita terima," tutupnya.(adv/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler