Menpora Minta Perpani Ajukan Permohonan Rekomendasi Venue

Selasa, 20 Maret 2018 – 19:38 WIB
Menpora Imam Nahrawi saat meninjau venue Panahan. Tampak venue panahan tak dipakai, dan hanya menggunakan lapangan Hoki. Foto: Amjad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Latihan atlet yang masuk dalam pelatnas panahan Indonesia proyeksi Asian Games 2018 belum memiliki tempat latihan yang permanen.

Pasalnya, lapangan di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, yang juga akan digunakan sebagai venue panahan di Asian Games nanti, ternyata belum bisa digunakan oleh Pelatnas karena belum mendapat izin dari Pusat Pengelola Kawasan Gelora Bung Karno (PPK-GBK).

BACA JUGA: Andalkan Kejujuran, BLiSPI Sulsel Dilantik Pejabat Kemenpora

Kondisi ini terungkap setelah Menpora Imam Nahrawi melakukan kunjungan ke pelatnas panahan yang memilih latihan di bekas lapangan hoki, Senayan, tepat di samping venue panahan GBK.

"Ini kan timnas. Jika atlet biasa tidak boleh menggunakan lapangan ini ya karena itu kami cari lapangan lain. Makanya kami butuh lapangan yang tetap agar bisa enak berlatih sekaligus menyesuaikan dengan tempat pertandingan nanti," kata salah satu atlet Pelatnas panahan Riau Ega Agatha Salsabila, kepada Menpora, Selasa (20/3).

BACA JUGA: Atlet Renang Indonesia Ukir Rekor di Singapura

Memang, pantauan JPNN, Riau Ega dkk latihan di samping lapangan panahan untuk Asian Games 2018 nanti.

Semua atlet berlatih di lapangan hoki yang sudah disulap menjadi lapangan latihan panahan dengan kondisi seadanya.

BACA JUGA: Kemenpora Beri Penghargaan kepada Sponsor Haornas 2017

Melihat kondisi tersebut, Menpora Imam Nahrawi meminta jajarannya untuk menanyakan hal tersebut kepada Pengurus Besar Panahan Indonesia (Perpani) maupun pihak PPK-GBK.

Dia memastikan, atlet Pelatnas harusnya bisa berlatih dengan gratis dan diizinkan menggunakan venue yang memang dibangun untuk Asian Games 2018 ini.

"Renang, atletik, semuanya sudah berlatih di GBK. Namun, sebelum menggunakan memang harus ada surat pengajuan dari PB. Tak perlu membayar, gratis, masa atlet pelatnas yang membela nama Indonesia diminta membayar sewa lapangan latihan ke GBK?," ucap Imam yang ditemui di sela-sela peninjauan pelatnas.

Terpisah, Sekjen Perpani Alman Hudri yang juga turut mendampingi Menpora menjelaskan pihaknya memang belum mengirimkan surat permohonan rekomendasi penggunaan venue kepada Kemenpora.

Surat tersebut sebenarnya berfungsi sebagai syarat menggunakan fasilitas lapangan panahan di kompleks GBK secara gratis.

"Surat sudah kami siapkan, kami ajukan untuk dapat rekomendasi dari kemenpora. Kami berharap bisa secepatnya mendapatkan respons dari GBK sehingga bisa latihan dnegan maksimal dan di lapangan yang layak," terang dia. (dkk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Egy Maulana Vikri, Dari Ragunan ke Lechia Gdansk


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler