Mensos Risma Paparkan Strategi Penanganan Masalah Sosial di Konferensi APACPH

Rabu, 27 Oktober 2021 – 22:42 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini memaparkan strategi penanganan permasalahan sosial di Indonesia pada konferensi APACPH yang berlangsung secara virtual, Rabu (27/10). Foto: Kemensos

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini memaparkan strategi penanganan permasalahan sosial di Indonesia dalam perhelatan 'Excellence in Leadership Medallion Award' dari Asia Pacific Academic Consortium For Publich Health (APACPH) 52nd yang digelar secara virtual, Rabu (27/10).

Mensos Risma menyampaikan Kementerian Sosial telah melaksanakan berbagai upaya penanganan permasalahan sosial dalam lingkup pengentasan kemiskinan, termasuk selama masa pandemi Covid-19, meliputi perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan sosial.

BACA JUGA: Kemensos Rekrut 1.265 Relawan untuk Tangani Masalah Sosial

Dia menjelaskan perlindungan sosial terhadap kasus para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sebagai bagian dari penanganan terhadap permasalahan sosial, seperti pemulung, gelandangan, pengemis serta kelompok rentan lainnya.

“Para PPKS itu dibawa ke Balai Budi Luhur di Bekasi dan diberikan keterampilan vokasional dan diubah pola pikir mereka. Selanjutnya diberikan pekerjaan di perusahaan seperti PT Wika dan PP Properti,” paparnya.

BACA JUGA: Tangani Masalah Kemiskinan, Menteri Sosial Gandeng Mahasiswa Seluruh Indonesia

Selain itu, Kemensos juga menangani korban bencana alam, non alam maupun para penyandang disabilitas dengan memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) bagi yatim, piatu dan yatim piatu agar mereka bisa berdaya dan mandiri.

“Kami punya pengalaman menangani penyandang disabilitas dengan memberikan bantuan motor roda tiga kepada Gading seorang pemuda yang berjualan kopi keliling dan setelah mendapat bantuan menjadi lebih berdaya,” terang mantan Wali Kota Surabaya itu.

BACA JUGA: 9 Remaja Pembaharu Ashoka Young Changemaker 2021 Menawarkan Solusi Kreatif Bagi Masalah Sosial dan LH

Di konferensi APACPH ke-52, persoalan yang menjadi sudut pandang adalah tentang pentingnya mengatasi masalah kesehatan global dan hambatan yang terkait dengan peran kesehatan masyarakat, sehingga diperlukan komunikasi antara peneliti, pengambil keputusan, profesional kesehatan, mahasiswa, dan dosen.

Menindaklanjuti tantangan tersebut, para sarjana dan praktisi kesehatan masyarakat harus mengambil bagian dari solusi.

Salah satunya dengan intervensi kesehatan masyarakat lebih hemat biaya atau lebih setara dengan intervensi perawatan kesehatan.

Ada juga cara lain untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan mengembangkan berbagai kebijakan dan undang-undang kesehatan, mengoptimalkan keuangan kesehatan global, dan komitmen politik untuk menjadikan kesehatan dan kesejahteraan sebagai prioritas.

Tema APACPH 2021, yaitu 'Enhancing Public Health Strategies During Industrial Revolution 4.0 and the COVID-19 Pandemic'.

APACPH merupakan suatu konsorsium yang beranggotakan lebih dari 60 institusi public health di 21 negara wilayah Asia-Pacific. (mrk/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler