Mensos Tekankan Pentingnya Rangkul Pemimpin Informal untuk Kendalikan Penyebaran Virus

Senin, 21 Juni 2021 – 18:12 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan pentingnya faktor kepemimpinan untuk mengatasi kasus penularan Covid-19 yang terus meningkat. Foto: Kemensos

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan pentingnya faktor kepemimpinan untuk mengatasi kasus penularan Covid-19 yang terus meningkat.

Risma menyatakan pemimpin sangat menentukan sejauh mana pandemi bisa dikendalikan.

BACA JUGA: Bu Risma Nge-Fan Nagita Slavina, Raffi Ahmad Siap Dukung Program Kemensos

“Soal bagaimana kepemimpinan di era Covid-19 ini, saya juga sampaikan bahwa memang kepemimpinan sangat berpengaruh. Karena kalau kita tidak mengerti (bagaimana langkah-langkah pengendalian dilakukan, red), maka benar-benar kota kita akan zona hitam,” kata Mensos usai menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Kerja Profesi I (KKP I) Lemdiklat Polri secara daring di Jakarta (21/6).

Risma menjelaskan penanganan pandemi membutuhkan kerja sama semua pihak.

BACA JUGA: Kemensos Tingkatkan Kemampuan Penanggulangan Bencana dan Pertolongan di Air

Dia menekankan pentingnya merangkul tidak hanya tokoh formal, namun juga tokoh-tokoh informal, yakni tokoh masyarakat, agama, budaya, adat, dan sebagainya.

“Bagaimana kemudian kita bekerja sama, kita tidak mungkin bisa sendiri. Kita gandeng tokoh masyarakat, kita gandeng tokoh agama untuk bersama-sama menjaga ini. Karena ini tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah daerah atau kami saja,” kata Mensos dalam acara dengan tema ‘Strategi Pembinaan Sumber Daya Guna Pemantapan Penanganan Covid-19 dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Sehat” itu.

BACA JUGA: Kemensos Berikan Bansos dan Dampingi Korban Bencana Alam di Cianjur

Mensos meminta semua pihak optimistis pandemi bisa diatasi dengan kerja sama yang baik semua pihak.

“Saya yakin bisa. Saya pernah mengalami hal yang sama di Surabaya. Saya dibantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya. Alhamdulillah tadinya zona hitam, menjadi zona kuning,” kata Mensos.

Dia mengutip kembali arahan Presiden Joko Widodo yang menekankan kembali pentingnya penanganan skala mikro.

“Itu sudah saya lakukan. Saya kira itu solusi terbaik. Sebab kita tidak bisa membandingkan dengan luar negeri, di mana lockdown dilakukan,” katanya.

Eks Wali Kota Surabaya itu menyebut lockdown di luar negeri dampaknya bisa dikendalikan karena aktivitas ekonominya tinggi.

“Kalau di sana gaji sebulan bisa saving, bisa simpan untuk sekian hari. Sedangkan di sini beda. Ada saja yang pendapatannya hari ini, kemudian dipakai makan, besoknya sudah habis,” katanya.

Risma mengajak semua pihak untuk mematuhi kebijakan pemerintah dengan menerapkan disiplin 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Kemensos sendiri, kini tengah melaksanakan berbagai kebijakan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Seperti penyediaan sarana cuci tangan dengan sabun, aturan jaga jarak, kebijakan work from home (WFH) melalui Surat Edaran No 1014/1/KP.07.07/6/2021 di mana di antaranya diatur jam bekerja di kantor (Work From Office/WFO) bagi 50 persen pegawai dan 50 persen WFH. (jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler