Mentan Ajak Negara G20 Kuatkan Pangan Sebagai Pilar Kemanusiaan

Minggu, 13 November 2022 – 16:38 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengajak negara G20 untuk menguatkan ketahanan pangan. Foto: dok Kementan

jpnn.com, BALI - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengajak negara G20 untuk menguatkan ketahanan pangan bersama sebagai pilar utama kemanusiaan dunia.

Menurut dia, sektor pangan sangatlah penting dan tidak boleh bersoal hanya karena kepentingan negaranya sendiri.

BACA JUGA: Peringati Hari Pahlawan, Mentan SYL: Pertanian Indonesia Sungguh Hebat

"Apa yang ingin saya katakan bahwa kerja sama dunia dalam menghadapi krisis pangan ini mutlak dilakukan karena tidak ada satu negara yang punya kemampuan sendiri," ujar Mentan SYL saat menjadi pembicara pada Global Food Security forum yang digelar Minggu (13/11).

Bagi Indonesia, kata Mentan SYL, ada tiga hal penting yang menjadi fokus utama dalam mengantisipasi krisis dunia.

BACA JUGA: Mentan SYL Targetkan Kampung Benih Hortikultura di Purworejo Produksi 10 Juta Bibit Setahun

Pertama mempromosikan sistem pertanian dan pangan yang tangguh dan berkelanjutan. kedua, mempromosikan perdagangan pertanian yang terbuka dan non diskriminatif.

Terakhir memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan yang ada.

BACA JUGA: Kementan Dorong Kelompok Tani Binaan Penyuluh Bertransformasi jadi Kelembagaan Ekonomi

"Tidak boleh ada negara di G20 ini menutup diri atau membatasi ekspornya atau memproteksi hanya kepentingan nasional karena kita sudah menyepakatinya," katanya.

Mentan SYL mengatakan sektor pangan sesuai kesepakatan merupakan sektor super prioritas yang harus dikelola bersama dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, anggaran di semua negara juga harus dinaikkan untuk mendukung ketersediaannya.

"Mapping kami terhadap negara yang bersoal pangannya harus bisa pastikan untuk melakukan langkah seperti apa subjeknya, objeknya, dan metodologi yang dipakai untuk membantu mereka yang sorted di bidang pangan," katanya.

Dia mengatakan bahwa saat ini stok beras di Indonesia mencapai 10,2 juta ton.

"Intinya semua kekuatan dari sebuah negara yang sudah melampaui kemampuan atau ketersediaannya untuk tingkat nasional masing-masing harus dicanangkan untuk kepentingan global," ungkap Mentan SYL.

Berikutnya, kata SYL, meningkatkan skala produksi pangan lokal untuk mensubtitusi gandum.

Saat ini, kementan menyiapkan sagu, gandum, dan singkong sebagai bahan pembuat tepung pengganti gandum.

"Menurut saya ini paling penting memang kerja sama Global dimantapkan tidak hanya sebatas retorika dan diskusi. Namun, bagaimana monitoring langkah lanjut ditingkat implementasi kebutuhan yang ada," pungkas Mentan SYL. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kementan Kembangkan 1.800 Kampung Buah


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler