Mentan Amran Terus Pastikan Akselerasi Produksi Padi dan Jagung Berjalan Lancar

Kamis, 25 Januari 2024 – 11:29 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memimpin Gerakan Tanam Padi bersama petani Desa Batu Jai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, NTB, Kamis (25/1). Foto: Dokumentasi Humas Kementan

jpnn.com, LOMBOK TENGAH - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memimpin Gerakan Tanam Padi bersama petani Desa Batu Jai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (25/1).

Dalam kegiatan tersebut, Mentan Amran memastikan program akselerasi produksi padi dan jagung tahun ini berjalan dengan lancar.

BACA JUGA: Serukan Swasembada Pangan, Mentan Mengajak Petani dan Penyuluh DIY Tingkatkan Produktivitas

"Saya datang ke sini untuk melihat langsung, meyakinkan bahwa kita melakukan akselerasi tanam. Saat ini terjadi gorila El Nino sehingga masa penanaman mundur selama dua bulan. Kita tidak boleh goyah, kita harus cepat bergerak," kata Mentan Amran.

Untuk mendukung akselerasi produksi padi dan jagung, Mentan Amran mengunjungi berbagai daerah di Indonesia untuk memulai gerakan tanam.

BACA JUGA: Mentan Amran Bertemu Empat Mata dengan Sri Sultan HB X, Bahas Hal Penting Ini

Baru-baru ini, Mentan Amran juga berhasil mendapatkan tambahan subsidi pupuk dari Presiden Jokowi sebesar Rp 14 triliun untuk meningkatkan produksi padi dan jagung Indonesia.

"Kami sudah keliling di 13 produksi di masa jabatan kami yang baru dua bulan. Saya sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa masalah kita adalah pupuk. Berikan pupuk, sediakan pupuk, pasti kita berproduksi. Akhirnya Bapak Presiden memberikan Rp 14 triliun untuk subsidi pupuk," beber Mentan Amran.

BACA JUGA: Mentan Amran Luruskan Data Tidak Akurat Pada Debat Cawapres: Kami Khawatirkan Bisa...

Dalam arahannya, Mentan Amran meyakini Lombok menjadi salah satu kunci dari keberhasilan swasembada padi dan jagung.

"Dulu swasembada bisa berhasil karena NTB, Lombok dan Sumbawa mengambil bagian untuk swasembada jagung," ungkap Mentan Amran.

Selain itu, NTB juga menyumbang produksi padi sebesar 880,99 ribu ton pada tahun 2023, mengalami kenaikan sebanyak 53,47 ribu ton atau 6,46 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 827,52 ribu ton

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 15 November 2023, NTB menyumbang 1,2 juta ton jagung dari total 14,4 juta ton produksi jagung dan menjadi pemasok jagung terbesar ke-4 di Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara.

"Jika pupuk tersedia, swasembada akan terwujud. Saya yakin Lombok bisa mendukung swasembada pangan Indonesia," pungkas Mentan Amran.

Dalam kunjungan kali ini, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan benih padi seluas 11 ribu hektare, dan benih jagung seluas 8 ribu hektare senilai Rp 10,94 miliar untuk Kabupaten Lombok Tengah.

Hal ini termasuk dalam bantuan benih padi seluas 38.500 hektare, dan benih jagung seluas 176 ribu hektare senilai Rp 171,49 miliar, serta benih sumber padi sebanyak 2,5 ton untuk Provinsi NTB.

Selain bantuan benih padi dan jagung, Kementan juga memberikan bantuan benih hortikultura berupa benih buah, cabai, dan bawang putih untuk Provinsi NTB. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler