Mentan Minta Anggaran Pertanian Fokus ke Sektor Produksi

Selasa, 20 Februari 2018 – 16:39 WIB
Mentan Amran Sulaiman di acara Rakorteknis Perencanaan Pembangunan Pertanian 2019 di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (20/2). Foto: Humas Kementan for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman minta kepada peserta Rapat Koordinasi Teknis (Rakorteknis) Perencanaan Pembangunan Pertanian 2019 fokus kepada sektor yang dapat mengangkat produksi pertanian.

"Usulkan ke Gubernur dan Bupati, susun anggaran yang fokus kepada peningkatan produksi," ujarnya kepada seluruh peserta Rakorteknis Perencanaan Pembangunan Pertanian 2019 di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (20/2).

BACA JUGA: Menteri Amran Targetkan 50 Regulasi Dicabut

Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Pertanian Tahun 2019 dihadiri oleh Sekretaris Dinas Lingkup Pertanian Provinsi seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Amran menjelaskan, anggaran harus fokus kepada peningkatan kesejahteraan petani, seperti ketersediaan air, pengadaan bibit unggul, pupuk tepat waktu, alat mesin pertanian seperti RMU penggilingan, processing/packaging pertanian yang menarik, dan tentunya perbaikan regulasi.

BACA JUGA: Kementan Segera Ekspor Jagung dari Sulbar dan Kalbar

"Sampai dengan saat ini kita sudah mencabut 241 regulasi pertanian yang menghambat, bahkan ke depannya akan ada 50 potensi regulasi yang akan dicabut," ujar Amran.

Di akhir sambutannya, Mentan menyampaikan agar tetap optimis melihat potensi besar Indonesia di sektor pertanian.

BACA JUGA: Masuk Masa Panen, Amran Yakin Harga Beras Turun

Rapat Kordinasi Teknis ini mengangkat tema “Penguatan infrastruktur dan korporasi petani untuk percepatan pertumbuhan sektor pertanian berkualitas”.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mensinergikan usulan kebijakan dari daerah (provinsi/kabupaten/kota) untuk dilakukan penyelarasan dengan kebijakan yang ada di pusat (kementerian).

Tema diangkat sesuai arahan Presiden bahwa untuk meningkatkan pendapatan petani, perlu dibentuk koperasi agar mempunyai nilai tambah.

Pada rapat tersebut disampaikan rancangan kegiatan prioritas nasional pembangunan pertanian tahun anggaran 2019. A

cara tersebut bertujuan untuk mempertemukan antara top down policy dengan bottom up planning atau pembuat kebijakan di pusat. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat dirumuskan rancangan kegiatan di tingkat provinsi/kabupaten/kota sebagai bahan musrenbang nasional. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia Ekspor 57 Ribu Ton Jagung ke Filipina


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler