Mentan: Pabrik Gula di Bombana Mampu Produksi 12.000 TCD

Rabu, 25 Juli 2018 – 20:40 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan alat dan mesin pertanian di Desa Biru, Kecamatan Koleang, Kabupaten Bombana, Selasa (25/7). Foto: kementan for jpnn

jpnn.com, BOMBANA - Kementerian Pertanian menargetkan pabrik gula yang akan dibangun di Bombana, Sulawesi Tenggara akan memproduksi gula sebanyak dua juta ton per tahun.

Dengan total produksi gula itu, maka impor gula Indonesia akan berkurang.

BACA JUGA: Mentan Bertekad Ulangi Kejayaan Jagung demi Swasembada Gula

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pabrik gula yang akan dibangun di Bombana merupakan terbesar di Indonesia. Pembangunan pabrik itu bernilai Rp 5 triliun dengan menggandeng investor asing dan BUMN.

"Peralatan pabrik sudah mulai jalan. Dan rencana mulai (beroperasi) pada April tahun depan," ungkap Amran di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Rabu (25/7).

BACA JUGA: Bupati Bombana Apresiasi Program Upsus Pajale Mentan

Menurut Amran, kapasitas produksi pabrik tersebut 12 ribu ton cane per day (TCD). Dia menambahkan, hasil produksi gula di pabrik terbesar akan menutup impor dua juta ton gula.

"Impor gula kurang lebih 3,6 juta hingga 4 juta ton. Ini yang harus kami selesaikan," kata dia.

BACA JUGA: Mentan Targetkan Kabupaten Bombana Jadi Sentra Gula dan Sapi

Di samping pabrik itu, Amran mengaku akan menanam tebu untuk memenuhi kebutuhan pabrik. Amran menggandeng sejumlah ahli dari Australia, India dan juga Indonesia untuk pengelolaan tebu ini. Para ahli, nantinya akan meningkatkan produktivitas tebu Indonesia.

"Produksi tebu Indonesia rata-rata 60 ton hingga 70 ton per hektare. Rendemenya juga tujuh persen hingga delapan persen. Tetapi, sekarang kami menuju 110 ton per hektare dengan rendemen sepuluh ton," pungkas dia. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Izin Impor Bakal Dievaluasi Jika Industri Tak Serap SSDN


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler