Mentan Panen Ribuan Anak Sapi Hasil IB di Lampung

Kamis, 29 Maret 2018 – 14:21 WIB
Sapi. Ilustrasi. Foto IST

jpnn.com, LAMPUNG - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjunga kerja dalam rangka panen ribuan anak sapi hasil inseminasi buatan (IB) di Desa Neglasari, Lampung Selatan, Kamis (29/3).

Panen tersebut merupakan hasil program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang bertujuan meningkatkan populasi sapi dan kerbau.

BACA JUGA: PIBC, Harga Beras turun 1.500 Per Kilogram

Pada kesempatan tersebut, Amran memanen pedet sebanyak 2 ribu ekor.

"Secara nasional program Upsus Siwab realisasinya juga sangat mengembirakan. Upsus Siwab yang dimulai sejak 2017 hingga hari ini sudah dilakukan IB sebanyak 5.027.120 ekor, sapi bunting sebanyak 2.236.934 ekor dan lahir sebanyak 1.080.334 ekor," kata Amran di sela-sela panen pedet.

BACA JUGA: Mentan Targetkan Harga Pangan Lebih Baik Tahun ini

Dengan kelahiran sebanyak 1.080.334 ekor, untung dari penjualan mencapai Rp 7,56 triliun dengan asumsi harga satu ekor pedet lepas sapi Rp 7 juta. "Nilai yang sangat fantastis mengingat investasi program pada 2017 sebesar Rp 1,1 triliun," kata Amran.

Mengenai panen 2 ribu ekor pedet ini, Amran meyakini Lampung Selatan dapat menjadi daerah penghasil sapi terbaik. Amran bahkan melihat Lampung Selatan bisa mewujudkan swasembada daging sapi pada 2023.

BACA JUGA: Mentan Dorong Bangka Belitung Jadi Daerah Penghasil Lada

“Sekaligus ekspor ke berbagai negara lainnya yang membutuhkan daging sapi,” kata dia.

Lebih lanjut kata Amran, dirinya juga optimistis target pemerintah pada 2045 untuk menjadi lumbung pangan dunia akan terwujud. Hal ini melihat kemandirian sejumlah komoditas pangan antara lain beras, jagung dan bawang merah yang sudah tahap ekspor.

"Minggu lalu, kami juga ekspor perdana nugget ayam dengan jumlah sekitar 6,6 ton ke Jepang dan daging Wagyu telah kita ekspor ke Myanmar," ujarnya.

Kemudian pada pertengahan April akan dilakukan ekspor produk ayam olahan ke Jepang sebanyak tujuh ton dari rencana 13,4 ton di 2018. Lalu ke Timor Leste sebanyak 127,6 ton dan ayam di bawah sepuluh hari sebanyak 10 ribu ekor, serta ke Papua New Guiniea sebanyak 26,4 ton. Ekspor telur ayam tetas ke Myanmar sebesar 382,9 ton dengan nilai Rp 56,56 miliar pada 2017.

Ekspor obat hewan juga telah menembus 50 negara yang tersebar dengan nilai Rp 27,674 triliun pada 2017 . Dan peluang ekspor ke negara ASEAN dan Timur Tengah masih terbuka khususnya komoditi kambing dan domba. Di mana dalam waktu dekat ini akan dilakukan ekspor perdana ke Malaysia sebanyak 2.500 ekor.

“Keberhasilan pembangunan peternakan ini patut kami banggakan karena telah ekspor berbagai komoditas dan produk peternakan yang bernilai strategis di beberapa negara lain,” kata Amran. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pasokan Cabai di Jakarta Dipastikan Aman Hingga Lebaran


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler