Mentan Syahrul: Masalah Pertanian Tanggung Jawab Semua Pihak

Sabtu, 02 November 2019 – 18:36 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam peringatan ke-39 Hari Pangan Sedunia (HPS) di Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/11). Foto: Rama Sakti/JPNN.com

jpnn.com, KONAWE SELATAN - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak para gubernur, bupati, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki cara pandang yang baik dan sama untuk memajukan pertanian. Sebab, masalah pertanian adalah persoalan perut, dan ketahanan pangan menyangkut pertahanan negara.

"Para gubernur dan bupati tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus bersama-sama dengan Menteri Pertanian dan para pihak lainnya. Kita tidak boleh membiarkan adanya masalah kelaparan. Ini harus kita tuntaskan secara bersama-sama," kata Syahrul Yasin Limpo saat peringatan ke-39 Hari Pangan Sedunia (HPS) yang dipusatkan di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/11).

BACA JUGA: Melalui HPS, Lumbung Pangan 2045 Tidak Mustahil Digawangi Indonesia

HPS tahun ini mengangkat tema 'Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045', kata Syahrul sejalan dengan visi-misi Presiden Jokowi yang sangat memberikan perhatian besar pada pembangunan sektor pertanian.

"Pertanian merupakan tanggung jawab semua pihak. Dengan demikian, semangat Peringatan Hari Pangan Sedunia 2019 ini harus menjadi konsolidasi emosional semua pihak bahwa masalah pertanian adalah masalah bersama, kerja bersama," kata dia.

BACA JUGA: Sultra Tuan Rumah HPS 2019, Kementan Siapkan Kakao dan Sagu Jadi Komoditas Andalan

Selain itu, Syahrul pun menekankan melalui HPS ini diharapkan dapat membangun pertanian berkelanjutan ramah lingkungan sebagai paradigma pembangunan pertanian ke depan.

Dengan begitu, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangan bermutu yang sehat di dalam negeri, dan memiliki daya saing baik di dalam maupun di luar negeri.

"Kita pahami bersama bahwa negara kita adalah negara agraris yang memiliki air dan penyinaran matahari yang cukup, dan lahan daratan maupun gunung yang luas. Oleh karena itu, pertanian kita harus maju. Kita buat program Pertanian Masuk Sekolah. Anak-anak sekolah harus memiliki pemahaman pertanian, sehingga keluar dari sekolah minimal memiliki kemampuan memproduksi pangan keluarga," ujarnya.

"Bangsa yang mandiri dan merdeka harus memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Indonesia berpotensi besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan tersebut, sehingga Kementan terus bekerja keras dalam menerapkan teknologi industri pertanian untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani dan pemenuhan lumbung pangan dunia 2045," katanya. (mg11/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler