Mentan Syahrul Yasin Limpo Tetap Kerja Walau Libur

Minggu, 01 Desember 2019 – 22:31 WIB
Mentan SYL mengungjungi Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian (Litbang Kementan) di Cianjur. Foto Kementan

jpnn.com, CIANJUR - Mentan Syahrul Yasin Limpo atau yang akrab disapa SYL menyempatkan diri mengunjugi Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian (Litbang Kementan) di Cianjur, Minggu (1/12).

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat dari dekat kinerja balai tersebut yang terhampar pada lahan seluas area 10 hektare yang ditumbuhi tanaman hias.

BACA JUGA: Diprediksi jadi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo: Itu Urusan Bapak

Dalam kunjunganya selama empat jam, SYL menyebut pembangunan pertanian menuju era industri diperlukan kerja keras dan fokus terhadap permasalahan yang cukup kompleks. Lebih khusus komoditas tanaman hias diperlulan terobosan baru untuk menjaga kualitas dan daya saing produk di pasar global.

"Saya juga berharap kepada jajaran Kementan agar tiada hari tanpa kerja karena Litbang suatu kebanggan yang ditunjang dengan kondisi negara tropis dan bermuara pada sub tropis memudahkan untuk berkarya lebih baik,” ujar SYL dalam keterangannya, Minggu (1/12).

BACA JUGA: Mentan Syahrul Yasin Limpo Segera Selesaikan Data Pertanian

SYL pun mengaku dengan kehadiran para senior peneliti para staf yang merasa memiliki tanggung jawab.

"Tanaman hias sangat berpotensi dikembangkan salah satunya untuk agro wisata saat ini," ujarnya.

BACA JUGA: Pengamat Sebut Kementan Pro-Kearifan Pangan Lokal

Agro Wisata yang dikunjungi ini merupakan area konservasi berbagai jenis tanaman dan sarana untuk pengembangan tanaman hias. Terdapat rumah kaca hexagonal anggrek dan berbagai tanaman hias lainnya hasil silangan dan tanaman hasil kerjasama dgn jepang.

"Ciptakan hebridasi yang unggul artinya sesuatu yang lebih dari biasa, harus ada terobosan-terobosan yang dihasilkan dari balai penelitian ini," sambung SYL.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kementan Fadjry Djufry yang hadir mendampingi Mentan SYL menambahkan bahwa mereka memiliki lahan tiga hektare parsial bangunan menunjang kegiatan 30 para peneliti.

"Peneliti didampingi 27 orang teknisi dan 35 orang tenaga administrasi, serta 14 orang staf penunjang," sebutnya.(cuy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler