Mentan SYL dan Menkop UKM Gandeng IPB Wujudkan Korporatisasi Sektor Pertanian

Minggu, 30 Mei 2021 – 16:17 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong program korporatisasi UMKM diterapkan dalam sektor pertanian. Foto: Kementan

jpnn.com, BOGOR - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong program korporatisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia diterapkan dalam sektor pertanian.

Program ini akan didampingi oleh perguruan tinggi, utamanya Institut Pertanian Bogor (IPB).

BACA JUGA: Mahasiswi Vokasi IPB Ini Terjun Langsung Gerakkan Petani Milenial

Mentan SYL mengatakan program ini dilakukan guna membangun pertanian modern di berbagai daerah.

Program juga akan menggunakan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, lalu dikelola secara korporasi sehingga ada jaminan akses pemasaran dan pembiayaanya.

BACA JUGA: Fokus Pada Pemulihan Ekonomi Nasional, Kementan Dorong Pengembangan Kampung Hortikultura

"Hari ini saya di IPB bersama dengan Menteri Koperasi tentu saja dalam kaitan kaitan mempersiapkan suatu konsepsi yang terukur, terencana secara sistematis," ujar SYL saat diwawancarai usai panen melon di greenhouse Agribusiness and Technology Park (ATP) Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor,Minggu (30/5).

Dia menilai komoditas-komoditas unggul hasil riset dan uji coba akan diangkat untuk menjadi sesuatu yang langsung bisa diterapkan.

BACA JUGA: SYL Sebut Ada Teknologi Bercocok Tanam Tanpa Tanah, Tetapi...

Menurut SYL, Kementerian Pertanian (Kementan) , Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) dan perguruan tinggi akan bekerja sama dalam mengembangkan hulu hingga hilir sektor pertanian.

Nantinya Kemenkop dan UKM bertugas dalam pembentukan kelembagaan dan off-farm. Sementara itu, Kementan akan melakukan budidaya dan peningkatan produktivitas dan perguruan tinggi akan mengkoordinir budidaya tersebut baik hulu maupun hilir.

"Saya nanti akan main di budidaya dan produktivitasnya sehingga besok akan ada varietas varietas tertentu apalagi untuk ekspor yang kita bedahi dari hulu sampai hilir dan itu yang kita hari ini kita lakukan di IPB," ucapnya.

Eks Gubernur Sulawesi Selatan itu menyebutkan program yang dilakukan sesuai arahan Presiden Jokowi.

Kepala negara, lanjut SYL ingin pelibatan perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi produk khususnya produk pertanian akan terus ditingkatkan.

Dia juga mengatakan hal ini guna menciptakan sebuah terobosan baik di sisi hulu maupun hilir dengan teknologi pertanian yang maju atau menjawab kondisi kekinian.

"Kami perbaiki pascapanennya dengan teknologi sederhana tetapi mampu mengefisiensi loses sesudah itu tentu saja packing yang baik akan akan membuat pasar lebih baik. Tidak hanya itu, disana lah korporasi-korporasi pertanian bisa dilakukan kita modali bersama dengan Menteri Koperasi sehingga offtaker lebih dipermudah," jelasnya.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan akan fokus dalam pengembangan model bisnis di sektor pertanian dengan membentuk korporatisasi dari petani-petani perorangan berskala sempit kemudian dioperasikan masuk skala ekonomi dan model bisnis.

"Seperti ini perlu KAMI lakukan supaya petani nya juga bisa lebih memproduksi dengan menggunakan bibit-bibit yang sudah hasil riset yang bagus lalu juga terhubung dengan market dan pembiayaan," terang Teten.

Tidak hanya itu, lanjutnya, korporatisasi petani juga upaya dalam peningkatan ekspor. Selain itu, substitusi produk komoditas pertanian yang impor akan didorong untuk mengurangi ketergantungan pada produk yang tidak bisa diproduksi dalam negeri.

"Saya kira begitu, KAMI harapkan produk-produk petani itu bisa mensuplai pasar dengan stabil baik kualitasnya maupun juga kapasitas,"kata Teten.

Rektor IPB Arif Satria mengatakan petani harus mendapatkan jaminan akses pada teknologi dan akses pasar.

IPB, ungkapnya, akan mendorong dengan adanya learning-learning center yang sudah dibangun agar petani bisa belajar teknologi baru yang sederhana hingga canggih.

"Alhamdullilah Pak Menteri mau hadir dalam memberikan semangat dan support kepada IPB untuk mengembangkan ide agribisnis sebagai learning center agar petani bisa belajar teknologi baru yang sederhana hingga canggih,"ucapnya.

Arif menjelaskan akses pasar sangat diperlukan petani agar mendapatkan harga yang bagus dan kualitas yang bagus.

Oleh karena itu IPB menjamin kualitas produk sekaligus akses pasar. Saat ini IPB melalui Agribusiness and Technology Park (ATP) yakni salah satu unit bisnis sudah memasarkan produknya untuk petani lingkar kampus ini ke 47 supermarket yang ada di Jabodetabek.

Perguruan Tinggi juga akan memberikan pendampingan kepada petani untuk mengkonsolidasi petani menjadi satu kelompok

"Dan kami berharap evaluasi ini bisa dikembangkan di berbagai provinsi supaya petani petani didaerah juga menikmati akses teknologi dan akses pasar karena dua hal itu menjadi penting," jelasnya.

Arif pun mendukung gagasan korporatisasi petani dimana nanti koperasi akan dibentuk dari petani-petani hasil binaan IPB. Program ini akan terus diwujudkan di lapangan yang dimulai di Bogor selanjutnya menyebar di berbagai daerah.

"Saya sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia mendorong perguruan tinggi lainnya untuk mereplikasi model model seperti ini sehingga setiap kampus yang di Indonesia punya daya manfaat untuk masyarakat petani di lingkar kampus," kata Arif.

Di masa mendatang, masyarakat di lingkar kampus diharapkan mampu merasakan hasil inovasi teknologi.

"Selain itu juga pasar yang mampu memberikan pasar yang memberikan kesejahteraan yang lebih baik lagi," tegas Arif Satria. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler