Mentan SYL Siap Percepat Bangun Food Estate

Kamis, 09 Juli 2020 – 19:58 WIB
Presiden Jokowi bersama dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan menteri-menteri lainnya. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, KAPUAS - Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau lokasi food estate di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas dan Desa Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

Food estate merupakan salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024 guna membangun lumbung pangan nasional pada lahan seluas 165.000 hektare dan 2020 ini dikerjakan seluas 30.000 ha sebagai model percontohan penerapan teknologi pertanian 4.0.

BACA JUGA: Info Terkini dari Polisi Soal Tewasnya Gadis Berparas Cantik di Bawah Ranjang Kamar Penginapan

Presiden Jokowi menjelaskan pembangunan food estate merupakan langkah nyata pemerintah dalam membangun lumbung pangan nasional guna mengantisipasi ancaman krisis pangan sebagaimana yang diingatkan FAO akibat dampak pandemi virus corona.

Konsep pengembangan food estate yakni dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan.

BACA JUGA: Kementan dan IDI Berkolaborasi dalam Penelitian Lanjutan Eukaliptus

"Food estate ini yang bertanggung jawab pada produksinya adalah Menteri Pertanian dan bersinergi dengan kementerian lainnya. Di food estate ini tidak hanya pada kegiatan produksi, melibatkan BUMN dalam prosesing hingga pengemasanya. BUMN yang bertanggung jawab bangun industrinya," demikian dikatakan Presiden Jokowi pada kunjunganya di lokasi food estate Desa Desa Belanti Siam, Pulang Pisau.

Potensi lahan pengembangan food estate di Kalteng ini seluas 165 ribu hektare. Saat ini seluas 85.500 hektare merupakan lahan fungsional yang sudah berproduksi tiap tahunnya.

BACA JUGA: Pemuda yang Hujani Paman dengan Tusukan Akhirnya Ditangkap, Begini Kronologinya

Korporasi petani akan menjadi basis pengembangan kawasan lumbung pangan baru di Kalimantan Tengah ini yang akan dilakukan secara terintegrasi di suatu kawasan.

"Para petani yang menggarap lahan dan peternakan itu selanjutnya akan terkonsolidasi dalam kelompok-kelompok tani dengan terlebih dahulu difasilitasi baik sarana maupun prasarana serta pendukung lainnya," sambung Jokowi.

Sementara itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementan bersama kementerian lainnya bekerja keras dan fokus mempercepat pembangunan food estate berbasis korporasi dengan konsep klaster yang mencakup semua komoditas pangan sehingga tidak hanya padi dan jagung.

Pembangunan food estate dengan membangun sarana produksi dan infrastruktur pertanian, seperti embung dan irigasi dan sarana pasca panennya yang modern.

"Kegiatan intensifikasi awal tahun 2020 ini seluas 30 ribu hektare yang meliputi 20 ribu hektare di Kabupaten Kapuas dan 10 ribu hektare di Kabupaten Pulang Pisau. Kami perbaiki varietas, pupuk dan unsur haranya agar produktivitas 7 ton. Kemudian meningkatkan penanganan pasca panen. Maunya kita wujudkan pengelolaan modern, petani modern. Kami kalahkan pertanian di Jawa," jelasnya.

Lebih lanjut Syahrul menegaskan, pengembangan food estate di Kalteng ini yakni mengintensifkan lahan pertanian yang ada sehingga terjadi peningkatan indeks pertanaman. Dengan begitu, bukan membuka kembali lahan eks pengembangan lahan gambut (PLG), tapi mengoptimalkan pemanfaatan lahan exsisting eks PLG dan non eks PLG untuk pangan.

"Lahan ini merupakan lahan rawa yang meliputi rawa pasang surut dan lebak. Lahan tersebut mengandung dominan tanah mineral dibanding tanah gambut. Gambut yg ada umumnya gambut dangkal-sedang yakni kurang dari 1 meter," ucapnya.

Syahrul menekankan pengembangan food estate berbasis korporasi di lahan rawa ini merupakan investasi dalam food estate yang terintegrasi dari hulu-hilir menjadi target utama dalam upaya peningkatan produksi pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, pengembangan food estate ini merupakan program dan sinergi seluruh komponen di pemerintah pusat dan daerah dengan dukungan pengawasan serta pembiayaan mulai dari subsistem hulu, on farm, hilir hingga ke distribusi pasar, untuk peningkayan kapasitas dan diversifikasi produksi pangan.

BACA JUGA: Gadis Berparas Cantik Itu Pamit dari Rumah untuk Interview, Begini Penjelasan Adik Kandungnya

"Pengembangan ini dijalankan dengan penataan kawasan dan pengembangan prasarana dan sarana serta pengembangan SDM dan korporasi petani. Kementerian Pertanian berperan dalam proses subsistem hulu yang turut serta dalam menyiapkan lahan dengan pola intensifikasi pertanian,” terangnya. (cuy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler