Menteri Asman Ingin Adopsi Layanan Publik Model Azerbaijan

Kamis, 10 November 2016 – 17:57 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - BUSAN – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur akan menerapkan konsep layanan inovatif Azerbaijan Service and Assessment Network (ASAN) di Indonesia.

“Saya berharap Azerbaijan mendukung Indonesia untuk mentransfer konsep inovatif dari layanan ASAN Service,” ujar Asman Abnur saat melakukan pertemuan dengan perwakilan Azerbaijan di Busan, Korea Selatan, Kamis (10/11)

BACA JUGA: Fahri Hamzah Belum Tahu soal Aksi Demo 25 November

ASAN Service telah menciptakan model inovatif pelayanan publik yang tersentral. Metodenya adalah membuat ASAN Service Center di satu tempat untuk berbagai layanan instansi pemerintah dan perusahaan swasta.

Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari kunjungan Deputi Bidang Pelayanan Publik Diah Natalisa ke Azerbaijan pada tanggal 2 November 2016 lalu. Kunjungan itu melahirkan motivasi besar bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik seperti yang dilakukan Azerbaijan.

BACA JUGA: Digarap Bareskrim 7 Jam, Begini Respon Buni Yani

Menteri Asman yang didampingi Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Rini Widyantini dan Deputi Bidang Pelayanan Publik Diah Natalisa mengatakan bahwa akan mentransfer ilmu dan pengalaman Republik Azerbaijan dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya ASAN Service. “Yang akan ditransfer adalah ide, pola kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, teknologi, sistem informasi dan proses bisnis,” kata Asman.

Asman menambahkan, teknologi informasi merupakan salah satu hal penting untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. Namun demikian menteri asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga berharap agar Indonesia tetap menjaga kearifan lokalnya.

BACA JUGA: KPK Temukan Persoalan Alih Fungsi Lahan Pertanian

Dalam kesempatan tersebut Menteri Asman juga menceritakan beberapa inovasi pelayanan publik di Indonesia yang bisa ditiru oleh Republik Azerbaijan. Salah satunya  inovasi Kabupaten Bintuni berupa Program Pengendalian Malaria melalui Sistem EDAT.

Sejauh ini, ada faktor-faktor yang harus dipertimbangkan lebih jauh lagi dalam mentransfer inovasi antar-negara. Misalnya, kondisi demografi yang sangat berbeda.

Hal itu  bisa dilihat dari ukuran daerah dan jumlah penduduk Azerbaijan dan Indonesia. “Kita perlu melihat kondisi tersebut sebagai pengingat dan pertimbangan dalam merancang kerja sama, bukan sebagai penghalang,” ujar Menteri Asman.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akom: Masih Ada Penjajahan di Era Globalisasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler