Menteri Basuki Berharap Masyarakat Maksimalkan Pemanfaatan Bendungan Teripi

Jumat, 08 Oktober 2021 – 20:10 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pemanfaatan fasilitas ini harus betul-betul dimaksimalkan. Foto: PUPR

jpnn.com, JAKARTA - Bendungan Teripi dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kota Balikpapan telah efektif memberi layanan memasok kebutuhan air.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pemanfaatan Bendungan Teripi dan IPA harus betul-betul dimaksimalkan.

BACA JUGA: Kementerian PUPR: Progress Perbaikan Bendungan Benanain 47,57 Persen

"Dirawat betul bendungan yang sudah jadi dengan penghijauan ditanami pohon dan dimaksimalkan pemanfaatannya, termasuk untuk kebutuhan air baku," ujar Basuki saat kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (7/10).

Basuki mengaku penggunaan air meningkat di masa pandemi COVID-19 karena upaya menjalankan protokol kesehatan.

BACA JUGA: Wijaya Karya Pasang Target, 3 Proyek Bendungan Rampung Tahun Ini

"Saat pandemi masyarakat lebih sering mencuci tangan dengan air dan untuk mandi," kata Basuki.

Usai memantau kondisi bendungan yang diresmikan pada 2019 lalu, Basuki juga meninjau IPA yang terletak di hilir Bendungan.

BACA JUGA: Hutama Karya Yakin Bendungan Bendo Jadi Tuas Lapangan Kerja

Di lokasi IPA Menteri Basuki melihat ruang monitoring 24 jam distribusi air baku dengan kapasitas operasi 150 liter/detik.

"Jika dilihat dari layar monitoring, proses penyaringan air yang berjalan sangat efisien. Dari kapasitas 150 liter/detik, rata-rata yang keluar disalurkan sebesar 140 liter/detik. Ini berarti sedikit sekali air yang dikembalikan dari hasil proses penyaringan/penjernihan," kata Menteri Basuki.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur Sandhi Eko Bramono mengatakan IPA Teritip saat ini terpasang dengan kapasitas 200 liter/derik, dimana saat ini dioperasikan sebesar 150 liter/detik.

"Monitoring dilakukan selama 24 jam dibagi dengan pembagian tugas penjaga sebanyak 3 shift masing-masing 8 jam," ujar Sandhi.

Berdasarkan informasi dari PDAM Kota Balikpapan, saat ini Kota Balikpapan dilayani 78% sistem air bersih perpipaan dengan tingkat non revenue water (selisih volume air masuk dan keluar sistem) sekitar 29 persen. (mcr18/jpnn)


Redaktur : Elvi Robia
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler