Menteri Bintang Sebut Pandemi Covid-19 Memengaruhi Kesehatan Mental dan Emosional Perempuan

Selasa, 15 Februari 2022 – 01:30 WIB
Menteri PPPA Bintang Puspayoga. Foto : Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong keluarga Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 terutama varian Omicron. 

Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga sosio-ekonomi, terutama bagi perempuan sebagai kelompok rentan. 

BACA JUGA: Berkomitmen Kawal RUU TPKS, Menteri Bintang Berkata Begini

"Sejak awal pandemi, perempuan rentan mengalami berbagai permasalahan, seperti beban ganda, kehilangan mata pencaharian, terpaksa menjadi tulang punggung keluarga, hingga mengalami kekerasan berbasis gender," tutur Menteri Bintang di Jakarta, Senin (14/2). 

Dia mengungkapkan, berdasar hasil survei UN Women beberapa waktu lalu, menunjukkan banyak perempuan di Indonesia bergantung pada usaha keluarga, tetapi 82 persen di antaranya mengalami penurunan sumber pendapatan. 

BACA JUGA: Menteri Bintang Sebut Kasus Kekerasan Seksual Meningkat di Masa Pandemi Covid-19

Di sisi lain, 80 persen laki-laki juga mengalami penurunan, tetapi mereka mendapatkan keuntungan lebih banyak dari sumber pendapatan.

"Sejak pandemi, sebanyak 36 persen perempuan pekerja informal harus mengurangi waktu kerja berbayar mereka. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang hanya 30 persen mengalaminya," kata Menteri Bintang mengutip hasil survei UN Women.

BACA JUGA: Depak Marko Sindjelic, Surabaya Bhayangkara Samator Angkut Bintang Pakistan

Survei juga membuktikan pembatasan sosial telah membuat 69 persen perempuan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sedangkan laki-laki hanya berjumlah 61 persen. 

Angka tersebut menunjukkan perempuan memikul beban terberat, mengingat sebanyak 61 persen perempuan juga menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengasuh dan mendampingi anak dibandingkan dengan laki-laki yang hanya 48 persen.

Dia mengatakan pandemi Covid-19 telah memengaruhi kesehatan mental dan emosional perempuan. 

Hal ini disebabkan karena 57 persen perempuan mengalami peningkatan stres dan kecemasan akibat bertambahnya beban pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan, kehilangan pekerjaan dan pendapatan, serta mengalami kekerasan berbasis gender. 

"Sementara, jumlah laki-laki yang mengalami permasalahan tersebut hanya sebesar 48 persen," kata Menteri Bintang. (esy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur : Boy
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler