Menteri Edhy Prabowo Kena OTT, Ali Ngabalin Ungkap Isyarat dari Penyidik KPK

Rabu, 25 November 2020 – 18:22 WIB
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin. Foto: dokumen JPNN.Com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin membantah dirinya menjadi salah satu pihak yang diamankan saat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.

Namun, pria yang beken disapa dengan panggilan Bang Ali ini mengakui dirinya satu rombongan dan berada dalam pesawat yang sama dengan menteri dari Partai Gerindra itu.

BACA JUGA: Reaksi Komjen Antam Novambar Atas Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK

Ali Ngabalin bersama Menteri Edhy Prabowo dan sejumlah pejabat di Kementerian KKP baru kembali ke Indonesia setelah melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

"Bang Ali lagi tidur tadi, dek. Makanya itu, kan teman-teman lain tidak mengerti," kata Ngabalin saat dikonfirmasi terkait keberadaannya, setelah hampir setengah hari tidak ada kabar usai OTT KPK terhadap Menteri Edhy Prabowo, Rabu (25/11).

BACA JUGA: Info dari Arief Poyuono: Ingat, Menteri Edhy Adalah Orang Dekat Prabowo

Ngabalin mengaku mengalami jet lag setelah mengudara dari Amerika Serikat ke Indonesia. Dia bahkan menyebut banyak pihak yang menghubunginya usai OTT oleh KPK.

"Jadi Bang Ali sendiri Alhamdulillah sekarang ada di rumah. Tadi habis live zoom rakor dengan Polisi Khusus KKP. Sebagai pembina, mereka minta saran masukan. Dan kedua, ini sebentar lagi mau ke Bandung dalam acara raker KSP," tutur Ngabalin.

BACA JUGA: Hilang Misterius, Doakan Prada Hengky Selamat dan Segera Ditemukan

Terkait OTT KPK, Ngabalin mengatakan saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Rabu dini hari, rombongan Menteri Edhy Prabowo didatangi oleh penyidik KPK.

Ngabalin yang bersama dengan rombongan Edhy juga sempat dimintai keterangan. Namun, dia mengklaim pihak KPK memintanya untuk tinggal.

"Kami pisah tadi di bandara. Kami pisah karena kan tadi Bang Ali tanya (ke penyidik KPK). Mereka kemukakan bahwa, 'Pak Ngabalin di sini saja'. Itu isyarat untuk kami pisah rombongan," jelas politikus Golkar itu.(tan/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler