Menteri Hanif: SDM Mahasiswa Harus Tangguh dan Unggul  

Selasa, 27 Februari 2018 – 22:42 WIB
Menaker Hanif saat memberikan orasi ilmiah pada acara Wisuda Sarjana Angkatan Kedua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) HM Lukman Edy di Pekanbaru, Riau, Selasa (27/2). Foto: Humas Kemnaker

jpnn.com, PEKANBARU - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan agar siap bersaing di dunia kerja. 

Mahasiswa  juga dituntut memiliki kompetensi di atas standar untuk dapat memenangkan persaingan global.

BACA JUGA: Good News, Angka Pengangguran 2017 Terendah Sejak Reformasi

“Tantangan persaingan saat ini sangat ketat. Selain harus bersaing dengan ratusan ribu lulusan dalam negeri yang siap masuk ke dunia kerja, juga harus bersaing dengan tenaga kerja asing,” kata Menaker Hanif saat memberikan orasi ilmiah pada acara Wisuda Sarjana Angkatan Kedua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) HM Lukman Edy di  Pekanbaru, Riau, Selasa (27/2).

Menaker Hanif melanjutkan, agar mahasiswa memiliki kompetensi di atas standar, maka usahanya harus lebih keras dari orang lain.

BACA JUGA: Kemnaker Tetapkan 2 Kawasan Industri ZBPA di Banten

"Usahanya harus berada di atas rata-rata. Jika orang belajar delapan jam sehari, kita harus lebih dari delapan jam sehari, Jika orang bangun pagi, kita bangun subuh," ujar Menaker Hanif. 

Menaker Hanif kembali menyinggung persoalan miss match antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Terkait hal ini, dia meminta perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. 

BACA JUGA: Pengaruh Indonesia di OKI Makin Menguat

"Sebanyak 63% lulusan perguruan tinggi tidak match dengan kebutuhan dunia kerja. Sistem pendidikan di perguruan tinggi harus berorientasi dengan kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi harus bisa menjawab tantangan ini," ungkap Menaker Hanif. 

Agar lulusan STAI kompetensinya diakui dunia kerja, maka dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pelatihan Sertifikasi Profesi antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan STAI. 

Menaker Hanif, menyambut baik penandatanganan (MoU) yang dilakukan oleh Dirjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Bambang Satrio Lelono, dan Ketua STAI, HM Syahrial. 

"Dengan MoU ini, mahasiswa STAI ketika lulus selain memiliki Ijazah juga akan memiliki sertifikat profesi yang diakui dunia kerja dan mnemilki kompetensi tinggi," jelas Menaker Hanif.

Dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, Hanif mengharapkan Indonesia tidak sekadar sebagai negara konsumen. Masyarakat didorong bukan hanya sebagai penikmat berbagai produk luar, tetapi harus mampu menciptakan produk sendiri.

“SDM yang kuat, SDM yang tangguh, SDM yang unggul mau tidak mau harus menjadi pilihan bagi perjuangan kita untuk menjadikan Indonesia sebagai negara pemain dan pemenang,” Hanif menandaskan.

Acara wisuda bertema “Melalui Sertifikasi Profesi Kita Bangkitkan Profesionalisme Lulusan Perguruan Tinggi” dihadiri oleh Pembina Yayasan Laman Emas Riau Bangkit HM Lukman Edy, Ketua STAI HM Syahrial, dan Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Riau Masferi.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hanif Ajak Anggota OKI Antisipasi Dampak Ekonomi Digital


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler