jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi Sains Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menyatakan melakukan tindak kekerasan terhadap para staf.
Dia juga membantah isi percakapan dalam rekaman suara yang beredar luas di ranah publik.
BACA JUGA: Teh Neni, ASN Dikti yang Diberhentikan Menteri Satryo Karena Meja Tamu?
"Bukan suara saya itu. Itu editan dan saya tidak pernah membentak atau marah-marah seperti yang ada direkaman dan disampaikan para pedemo,' kata Menteri Satryo dikutip dari KompasTV breaking news, Selasa (21/1).
Dia mengungkapkan ada skenario jahat yang ingin menjatuhkan dirinya. Oleh karena itu dia sudah meminta ahli untuk melacaknya.
BACA JUGA: Inilah Kiprah Satryo Soemantri Brodjonegoro yang Membuat Prabowo Terpikat
Selanjutnya, akan dilakukan upaya hukum untuk mencari pelakunya karena sudah memberikan framing jelek terhadap menteri yang baru menjabat hampir 3 bulan ini.
Lantas siapa pelakunya? Menteri Satryo memastikan pelakunya bukan Neni Herlina dan Suwitno, dua PNS Dikti yang disebutnya sebagai koordinator aksi.
BACA JUGA: Bantah Isu Penamparan Pegawai, Mendiktisaintek: Kami Sedang Bersih-Bersih
"Saya belum tahu siapa pelakunya, tetapi bukan dua koordinatornya. Kan, saya baru melakukan rotasi dan mutasi Jumat (17/1), tidak mungkin dalam waktu cepat membuat rekaman itu," tegasnya.
Dia menambahkan rekaman itu dibuat sejak lama dan tinggal menunggu momentum tepat untuk mengedarkannya.
Menteri Satryo mengatakan, semua isi rekaman adalah rekayasa, dan tidak ada yang benar.
'Saya punya bukti kalau rekaman itu hasil editan,* tegas Menteri Satryo.
Begitu juga kata Satryo, karangan bunga yang jumlahnya banyak itu dan sengaja dikirim ke kantor Kemdiktisaintek, semuanya direncanakan oleh orang yang ingin menjatuhkannya.
"Karangan bunga sebanyak itu enggak mungkin dari ASN Kemdiktisaintek. itu dari pihak yang tidak suka saya,' ucapnya.
Sebelumnya, ratusan aparatur sipil negara (ASN) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggelar aksi damai di kantor Kemdiktisaintek, Senin (20/1).
Mereka membawa spanduk-spanduk yang berisi curahan hati ASN Dikti. Salah satu spanduk yang menarik perhatian masyarakat ialah meminta pelindungan Presiden Prabowo Subianto.
"Pak Presiden, Selamatkan Kami dari Menteri Pemarah, Suka Main Tampar, Main Pecat".
Spanduk berlatar hitam itu sengaja dipasang ASN Dikti sebagai bentuk protes keras kepada Menteri Satryo.
Ketua Paguyuban Pegawai Dikti Suwitno mengatakan aksi ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap Neni Herlina, pranata humas Dikti yang diberhentikan Menteri Satryo.
Dia menjelaskan kegiatan yang diikuti oleh sebanyak kurang lebih 235 pegawai itu ditujukan untuk menyampaikan kepada khalayak, terutama Presiden RI Prabowo Subianto terkait apa yang terjadi.
"Kami lebih kepada menyampaikan saja, terutama adalah kepada pejabat atau kepada Bapak Presiden yang sebenarnya mengangkat dan menunjuk beliau (Satryo Soemantri Brodjonegoro) sebagai Menteri," ujarnya. (esy/jpnn)
Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad