Menteri Selandia Baru Baca Pidato 'Basi'

Kamis, 11 November 2010 – 16:42 WIB
WELLINGTON - Kasak-kusuk para politikus mewarnai pertemuan parlemen Selandia Baru Selasa malam waktu setempat (9/11)Penyebabnya adalah pidato kedaluwarsa yang dibacakan Menteri Imigrasi Jonathan Coleman

BACA JUGA: Bus Habis, JCH Menumpuk di Bandara KAA

Pidato tentang pajak itu disampaikan Menteri Keuangan Peter Dunne di hadapan forum yang sama pada 23 Juli 2008.

Wajah Coleman merah padam begitu mengetahui kesalahan fatal yang dilakukan
Selama sepuluh menit dia membiarkan para politkus yang duduk di parlemen menyimak kembali pidato yang disampaikan Dunne sekitar dua tahun lalu

BACA JUGA: Oposisi Myanmar Kian Tak Terdengar

Sejumlah politikus pun lantas asyik berkasak-kusuk, membicarakan pidato kedaluwarsa yang pernah mereka dengar itu.

Sebenarnya beberapa politikus sempat memberikan kode kepada Coleman agar menghentikan pidato titipan Dunne tersebut
Bahkan, ada juga yang sampai berteriak

BACA JUGA: Sampai Jumpa Lagi, Barry....

Celakanya, menteri 44 tahun itu mengabaikan sinyal yang diberikan sekelilingnyaTokoh Partai Nasional tersebut baru sadar sudah melakukan kesalahan setelah seluruh naskah pidato itu selesai dia bacakan.

Wajar jika Coleman tidak merasa melakukan kesalahanSebab, pidato yang dia bacakan malam itu hanyalah titipanNaskah pidato kedaluwarsa tersebut diberikan oleh staf khusus Dunne kepadanya beberapa saat sebelum rapat parlemen dibukaSadar kecerobohan stafnya membuat Coleman malu, Dunne pun cepat-cepat minta maaf"Tak seharusnya ini terjadiSaya berjanji hal seperti ini tidak akan terulang," sesalnya.

Untuk menebus dosa, Dunne lantas membacakan sendiri pidato yang semestinya disampaikan di hadapan parlemen Selasa malam ituKemarin (10/11) pidato tentang pajak tersebut dia bacakanDalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan blunder yang melibatkan Coleman pada malam sebelumnya.

Coleman pun berbesar hatiMeski telanjur dipermalukan di hadapan parlemen, dia menerima permintaan maaf Dunne dengan legawa"Ini memang bukan perkara besarTidak ada seorang pun yang tewasTapi, ini merupakan pelajaran yang sangat berharga," katanya seperti dilansir Agence France-Presse(hep/c10/ito/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Obama Ingin AS Nomor 1 di Indonesia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler