Menteri Siti Dukung Gerakan Kaum Muda Pulihkan Lingkungan Hidup

Minggu, 28 November 2021 – 12:40 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menegaskan dirinya sangat mendukung gerakan kaum muda untuk memulihkan lingkungan hidup. Foto: KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menegaskan dirinya sangat mendukung gerakan kaum muda untuk memulihkan lingkungan hidup. 

Kehadiran anak-anak muda Green Leadership Indonesia sejak awal tahun dan mereka bekerja sistematis dalam merangkum pengetahuan dan teknik-teknik edukasi dan informasi menjadi makin  menguatkan optimisme bangsa kita bahwa kita akan maju dengan pembangunan berwawasan lingkungan. 

BACA JUGA: KLHK Libatkan Kaum Muda Dalam Pemulihan Lingkungan Hidup

“Saya dukung penuh dan kita akan laksanakan sepanjang waktu bersama para generasi muda green leaders perintis tersebut. Terima kasih atas inisiatif yang sangat baik ini,” ujar Siti Nurbaya dalam pernyataan tertulis, Minggu (28/11/2021).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK Bambang Supriyanto mengungkapkan KLHK terus berupaya melibatkan semua pihak khususnya kaum muda dalam pengelolaan lingkungan melalui program “Kaum Muda Bergerak Pulihkan Lingkungan”.

BACA JUGA: Bantu Pemulihan Ekonomi, Kadin dan IWAPI DKI Latih Industri Rumahan

Program tersebut merupakan wadah bagi kaum muda untuk mengambil peran dan berpartisipasi secara aktif dalam pemulihan lingkungan.

Lebih lanjut Menteri Siti Nurbaya mengatakan momen penyatuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan pada saat awal Pemerintahan Presiden Jokowi di akhir 2014  dan mulai direlaisasikan pada Januari dalam Perpres dan dirinci dalam persetujuan MenPANRB pada Mei 2015 serta diawaki pada akhir Mei 2015, sudah mendorong  dan menampung gagasan penting yan lahir dari generasi muda dengan visi lingkungan yang kuat. 

BACA JUGA: Menteri Siti Bicara soal Zero Deforestation dan Tata Kelola Hutan di Glasgow

Itu dikelola selama beberapa tahun inj belalui dua  organisasi eselon 2 yaitu di Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) dan di Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian LHK. 

“Kehadiran anak-anak muda Green Leadership Indonesia sejak awal tahun dan mereka bekerja sistematis dalam merangkum oengetahuan dan teknik-teknik edukasi dan informasi menjadi semakin menguatkan optimisme bangsa kita bahwa kita akan maju dengan pembangunan berwawasan lingkungan,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya. 

Sementara itu Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK Bambang Supriyanto mengatakan KLHK secara sungguh-sungguh melibatkan semua pihak dalam mendorong pemulihan dan perlindungan lingkungan hidup Indonesia, salah satu kelompok yang sangat potensial dilibatkan adalah kaum muda.

“Oleh karena itu, KLHK melibatkan Green Leadership Indonesia dan seluruh insan muda untuk mengambil peran di dalam program ‘Kaum Muda Bergerak Pulihkan Lingkungan Hidup Indonesia,” ujar Bambang Supriyanto dalam briefing media,  Sabtu (27/11/2021).

Menurtu Bambang, Green Leadership Indonesia merupakan program yang diinisiasi oleh Institut Hijau Indonesia, dan didukung oleh Walhi, KNTI dan HUMA.

Program ini memfasilitasi anak muda agar memiliki perspektif keadilan sosial dan lingkungan hidup serta keberpihakan kepada lingkungan.

Bambang lebih lanjut menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini antara lain memberi ruang bagi kaum muda untuk berbagi inovasi dan kreativitas dalam pelestarian dan penyelamatan lingkungan hidup; aksi kaum muda dalam menularkan semangat Pulihkan Indonesia pada publik; membuka peluang bagi kaum muda untuk membangun jejaring pejuang penyelamatan lingkungan hidup; serta membuka ruang-ruang dialog antara kaum muda dengan pengambil kebijakan lingkungan hidup dan kehutanan.

Tindakan Strategis

Ketua Institut Hijau Indonesia, Chalid Muhammad mengatakan, strategi KLHK melibatkan kaum muda dalam program pemulihan dan pelestarian lingkungan hidup Indonesia adalah tindakan yang strategis.

“Masa depan Indonesia ada pada kaum muda. Kami mendorong KLHK untuk terus memberi ruang bagi kaum muda untuk berpartisipasi aktif dalam perumusan kebijakan pemulihan dan pelestarian lingkungan hidup Indonesia,” katanya.

Chalid lebih lanjut mengatakan, dalam tahapan berikutnya pada program ini, diharapkan KLHK melibatkan kaum muda di dalam proses-proses pembuatan kebijakan yang berkaitan langsung dengan kaum muda.

“Saat ini adalah start yang baik yang patut di apresiasi dan berharap di masa yang akan datang proses lahirnya kebijakan dan implementasi kebijakan membuka ruang bagi kaum muda, sehingga KLHK dapat menjadi kementerian yang inklusif dan mengajak semua stakeholder terlibat,” ujar Chalid.

Rangkaian kegiatan dalam program ini terdiri dari dialog kaum muda dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta jajaran, aksi kaum muda menanam bibit pohon, festival berwarna dan berirama, bersih pantai, sungai dan gunung di beberapa daerah, literasi hijau, perempuan dan alam, kaum muda dan konservasi, green games, pemberian penghargaan Adiwiyata dan Gender, serta wisuda Green Leadership Indonesia angkatan pertama dan Gender Champion 2021.

Program green leadership Indonesia telah dimulai sejak Mei 2021 dan program ini dilaksanakan selama 6 bulan. Pada periode pertama program ini telah diikuti 245 peserta dari berbagai profesi di seluruh Indonesia.

Sedangkan Program Officer Green Leadership Indonesia, Rozy Brilian Sodik mengatakan,  penting bagi anak muda untuk mengambil peran atau mengambil inisiatif berpartisipasi secara aktif dalam program ‘Kaum Muda Bergerak Pulihkan Lingkungan Hidup’.

“Green Leadership Indonesia merupakan program pendidikan kepemimpinan terhadap anak muda di Indonesia yang fokus menciptakan perspektif keadilan sosial dan ekologi, sehingga dapat melahirkan calon pemimpin yang berasal dari beragam latar belakang agar semua segmen dalam masyarakat memiliki calon pemimpin yang punya perspektif green dan keberpihakan nyata bagi penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup,” ujar Rozy.

Salah satu peserta Green Leadership periode pertama sekaligus seorang seniman, Ratu Rina Bachtiar, mengungkapkan bahwa dengan program Green Leadership yang diikutinya, dirinya mendapatkan berbagai ilmu tentang bagaimana mempertahankan lingkungan dan dapat menyelenggarakan berbagai kegiatan kesenian yang dilakukannya dengan berperspektif lingkungan.

“Semoga program ini bisa terus berjalan, agar anak muda dapat terus berkreasi dan kreativitasnya terus berjalan untuk kualitas lingkungan hidup yang lebih baik,” pungkas Ratu.(jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler