Menteri Siti: Saya Bangga menjadi Anak Seorang Polisi

Jumat, 10 Juli 2020 – 19:28 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya bersama Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI). Foto: dok KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya terkenang sosok ayahnya purnawirawan polisi Mochamad Bakar saat bertemu Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) di Aula Kompleks Polri Munjul, Cipayung, Jakarta Timur hari ini.

Saat itu, Menteri Siti untuk kali kedua dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu FKPPI sekaligus membawa paket bantuan sembako dari presiden untuk para keluarga TNI-Polri di di Aula Kompleks Polri Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (10/7).

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Prabowo Makin Istimewa di Mata Jokowi, Uang Rp 500 Juta Bikin Heboh

Di situ, Menteri Siti mengungkapkan kebanggaannya sebagai putri seorang Polisi Angkatan ’45, meski pangkat ayahnya tidak tinggi kala itu.

Ayah Menteri Siti adalah seorang  asli Betawi yang pensiun dari dinas kepolisian 1977 silam.

BACA JUGA: Menteri Siti Menyampaikan Laporan Pelaksanaan Program Strategis KLHK di Raker Komisi IV

"Saya berada di sini kembali mengenang masa kecil saya, sangat membanggakan dan membahagiakan menjadi bagian keluarga besar TNI/Polri," ujar Menteri Siti dengan mata berkaca-kaca.

Dia mengaku selalu mengingat didikan sang Ayah yang telah berhasil mendidik semua anaknya dengan kedisiplinan.

BACA JUGA: Duta Besar Inggris dan Norwegia Apresiasi Kepemimpinan Menteri Siti Nurbaya di Sektor LHK

“Selalu melekat dalam ingatan saya “Aku punya ayah, ayahku gagah perkasa seperti syair lagu Teti Kadi, penyanyi terkenal di era 1960-1970. Ayah saya selalu menanamkan karakter yang kuat kepada kami anak-anaknya, disiplin, waspada, konsisten dan bertanggung jawab. Ayah tidak pernah marah, tetapi mengajarkan anak memahami isyarat sehingga anak-anaknya bisa mengerti hal-hal yang bisa dilakukan dan dilarang," tutur Menteri Siti.

Selain itu, Menteri Siti mengaku dia bersama tujuh saudara lainnya juga sudah mengenal setiap isyarat dari ayahnya, setiap kali terjadi sesuatu.

"Bahkan dengan isyarat melalui sorot mata tajam ayah dan kerlingan saja kami seketika langsung memahaminya. Jika ayah sudah melirik saja, kami tahu, itu pertanda ada sesuatu yang harus kami perhatikan dan mungkin ada yang salah kami lakukan," sambungnya.

Menteri Siti juga menceritakan sejak kecil, ketika masa SD, seringkali ikut ibunya, Sri Banon, asal Lampung, untuk mengikuti kegiatan Bhayangkari. Berbagai lomba diikuti Siti kecil bersama adik dan kakaknya dulu.

Di hadapan keluarga TNI Polri itu, Menteri Siti juga mengungkapkan ayahnya sangat mengagumi sosok mantan Kapolri Hoegeng. 

"Dialah sosok polisi yang menjadi idola karena Pak Hoegeng dikenal bersih, disiplin, sederhana, dan pengabdiannya yang besar untuk negara. Ketika Bu Hoegeng dirawat di rumah sakit belakangan ini saya menjenguknya. Naluri saya membimbing saya menemui Ibu Hoegeng. Ketika bertemu Ibu Hoegeng, seolah menjadi pengingat dan tanda bahwa saya selalu bersama ayah dalam perjalanan hidup ini. Begitupun dengan sosok ibu saya. Ayah dan ibu dalam bayang-bayang selalu bersama dalam perjalanan karier dan hidup saya," tambahnya.

Terakhir, Menteri Siti mengungkapkan harapannya agar keluarga TNI-Polri terus memupuk persaudaraan dan persatuan.

"Saya percaya dan berharap semoga keluarga besar TNI-Polri ini terus menjaga kebersamaan sebagai modal dasar membangun bangsa, modal dasar bagi bangsa Indonesia untuk maju, sebab dalam keluarga besar FKPPI sudah sejak kecil di keluarga masing-masing ditanamkan berbagai hal yang baik dan karakter yang kuat.

Perhatian Presiden Jokowi

Lebih lanjut mengenai paket bantuan, Menteri Siti menyampaikan Presiden Jokowi menyiapkan berbagai bantuan untuk masyarakat, yang salah satunya berupa paket sembako.

"Ini menjadi bukti bahwa Bapak Presiden memiliki perhatian besar dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat," ungkapnya.

Pada kegiatan pemberian paket sembako bahan kebutuhan pokok itu, hadir Wakil Ketua FKPPI Pusat Indra Bambang Utoyo, Sekjen FKPPI Anna Sentot, serta perwakilan dari Kementerian Sosial, TNI, Polri, dan Pemda DKI Jakarta.

Hadir juga pengurus dan anggota FKPPI serta warga perumahan, keluarga besar purnawirawan Polri di Komplek Polri Munjul.

Wakil Ketua FKPPI Pusat Indra Bambang Utoyo mengatakan kegiatan ini merupakan yang ke-12 dilakukan oleh FKPPI.

"Kami sengaja mengundang Menteri-Menteri yang merupakan anak dari anggota TNI/Polri. Kebetulan pelaksanaan kali ini di Kompleks Polri, dan Ibu Menteri Nurbaya ini anaknya Polisi," kata Indra sambil menambahkan bahwa di tengah kesibukan luar biasa sebagai menteri, Siti Nurbaya masih menyempatkan diri untuk hadir bersama keluarga besar FKPPI.

Bantuan dari Presiden RI yang diserahkan ini adalah bantuan formal yang disalurkan melalui Kementerian Sosial, berupa bahan pangan pokok.

Menurut Indra masih banyak bantuan dari Presiden Jokowi yang akan diserahkan kepada keluarga besar TNI-Polri.(jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler