Menteri Yuddy Tak Mau Jumlah PNS Jadi Bom Waktu

Minggu, 12 Juni 2016 – 17:31 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi terus membeber berbagai alasan yang mendorongnya untuk merasionalisasi jumlah pegawai negeri sipil (PNS). Ia menegaskan, jumlah PNS bisa jadi bom waktu pada masa mendatang.

Yuddy menegaskan, melihat persoalan PNS tidak bisa menggunakan kacamata kuda. Menurutnya, melihat persoalan PNS juga harus memikirkan masa depan.

BACA JUGA: Mendagri: Satpol PP Jangan Sok Kuasa

Karenanya, PNS yang tak berkualitas harus diberhentikan. “Apa jadinya bila PNS yang tidak berkualitas tetap dipertahankan, sementara rekrutmen CPNS jalan terus dengan alasan kekurangan pegawai," ujarnya, Minggu (12/6).

Lebih lanjut Yuddy mengatakan, fakta menunjukkan ada pemerintah daerah yang lebih mengutamakan menambah pegawai ketimbang pembangunan, sama saja membuat. Padahal ketika pembangunan nihil, masyarakat akan bersikap skeptis dan tidak percaya lagi kepada pejabatnya.

BACA JUGA: Apa Masyarakat Ikhlas Bayar Pajak untuk Menggaji PNS Pemalas?

‎"Pemda yang merekrut pegawai baru tanpa mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan membuat anggaran pembangunan di daerah menurun, layanan publik tidak prima. Nah, di sini pintu masuk penegakan disiplin dan penataan pegawai," tuturnya.

Yuddy menambahkan, pemda bisa saja merekrut pegawai baru bila sudah melakukan penataan pegawai. Artinya, PNS yang berkualitas rendah dan tidak bisa ditingkatkan kompetensinya diikutkan ke dalam rasionalisasi.

BACA JUGA: Aneh, Daerah Kekurangan Pegawai tapi Kok Gencar Rasionalisasi

‎"Masyarakat kita memang belum terbiasa dengan hal ini, namun kita harus mencontoh dari negara tetangga seperti Tiongkok yang memangkas jumlah PNS-nya hingga 60 persen. Dengan demikian cadangan devisa negara membesar dan bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur," ulasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Golkar Ikuti Keinginan Mayoritas Masyarakat Jakarta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler