Menyelisik Sejarah Lapas Tangerang yang Terbakar

Rabu, 08 September 2021 – 18:04 WIB
Suasana di Lapas Tangerang, Rabu (8/9) sore. Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

jpnn.com, TANGERANG - Kebakaran yang melanda Lapas Klas I Tangerang, Banten, Rabu (8/9) dini hari, menjadi sorotan publik karena memakan puluhan korban jiwa.

Peristiwa nahas itu tepatnya terjadi lapas tersebut bagian blok C2 Lapas Tangerang.

BACA JUGA: Lapas Tangerang Kebakaran, Rahmah: Saya Mikirnya Covid Kali ya

Sebanyak 41 narapidana tewas akibat insiden itu.

Adapun 81 narapidana selamat, delapan di antaranya mengalami luka berat, sembilan luka ringan, dan 64 lainnya ditempatkan sementara di Masjid Lapas Klas I Tangerang.

BACA JUGA: Cerita Orang Tua Salah Satu Korban Tragedi Lapas Tangerang, Memilukan

"Sebanyak 41 korban (meninggal dunia) itu narapidana kasus tindak pidana pembunuhan, terorisme, dan narkoba," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly dalam jumpa pers.

Polisi untuk sementara menduga kebakaran terjadi karena hubungan pendek arus listrik.

BACA JUGA: Ramai di Depan Lapas Klas I Tangerang, Warga Mengira Kunjungan Presiden 

Sejarah Lapas Tangerang

Berdasarkan informasi dari laman www.lapastangerang.kemenkumham.go.id, Lapas Kelas I Tangerang dibangun di atas tanah seluas lima hektare.

Lapas itu dibangun secara bertahap mulai tahun 1977 dan selesai pada 1980.

Namun, baru pada 6 Desember 1982, lapas itu diresmikan oleh Ditjen PAS Kemenkumham.

Adapun lapas itu pada awalnya dibangun khusus untuk narapidana kasus korupsi.

"Sehingga model struktur bangunan dibentuk menyerupai cottage," bunyi keterangan dalam laman tersebut.

Seiring berjalannya waktu, lapas itu kini digunakan untuk narapidana pria dewasa berbagai kasus kejahatan.

Selanjutnya, pada 2008 jumlah kasus narkoba mengalami lonjakan. Hal itu membuat lapas yang berkapasitas 600 orang itu 60 persen dihuni narapidana kasus narkoba.

"Lapas Tangerang ini over kapasitas 400 persen. Penghuni ada 2.072 orang," kata Yasonna. (cr1/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : Adek
Reporter : Dean Pahrevi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler