Merokok Bisa Meningkatkan Risiko Strok?

Rabu, 18 Maret 2020 – 04:50 WIB
Perokok (Ilustrasi). Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com - Sudah banyak kajian yang mengemukakan bahaya dan akibat merokok bagi kesehatan. Hal ini juga didukung dengan fakta bahwa mengisap rokok membunuh 8 juta orang setiap tahun.

Tingginya angka kematian ini salah satunya berhubungan dengan gangguan pembuluh darah akibat bahan kimia di dalam rokok. Salah satunya strok.

BACA JUGA: Benarkah Berhenti Merokok Bisa Mencegah Tertulari Virus Corona?

Strok merupakan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Kondisi ini bisa berupa iskemik (sumbatan) maupun hemoragik (perdarahan).

Lantas, bagaimana merokok dapat menyebabkan strok? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

BACA JUGA: Bisakah Teh Hijau Mencegah Strok?

Bagaimana rokok bisa meningkatkan risiko strok?

Alasan kejadian strok terkait dengan kebiasaan merokok adalah karena kandungan zat kimia. Di dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4.000 bahan kimia berbahaya, yang terbagi menjadi bahan padat dan komponen gas.

BACA JUGA: Makanan Pedas Ternyata Bisa Pangkas Risiko Serangan Jantung dan Strok

Nah, dari sekian banyak bahan kimia tersebut, tiga di antaranya sangat berbahaya, yaitu nikotin, tar, dan juga karbon monoksida.

Nikotin merupakan zat kimia yang sifatnya adiktif dan memengaruhi saraf serta peredaran darah. Senyawa ini dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih menyempit dan mengeras, serta meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.

Seperti Anda tahu, penyempitan pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah merupakan salah satu faktor risiko terjadinya strok.

Selain nikotin, zat karbon monoksida yang ada di dalam rokok juga bisa mengurangi pasokan oksigen yang dibawa di aliran darah.

Karbon monoksida juga berperan dalam terbentuknya sumbatan lemak di dalam pembuluh darah arteri.

Hal inilah yang membuat terjadinya penyempitan kaliber pembuluh darah yang dapat menyebabkan strok.

Karbon monoksida juga dapat menurunkan kadar lemak baik (HDL) di dalam tubuh, sehingga kadar lemak jahat (LDL) akan meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan lemak jahat di pembuluh darah, sehingga dapat menaikkan risiko strok.

Kompilasi berbagai zat kimia berbahaya di atas pada akhirnya menyebabkan peningkatan risiko strok pada perokok.

Bahkan, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi rokok lebih dari 20 batang dalam sehari memiliki risiko terkena strok 2,5 kali tinggi.(klikdokter)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler