Milomir Seslija Fokus Evaluasi Tim Setelah Gagal di Piala Indonesia

Senin, 25 Februari 2019 – 21:41 WIB
Pelatih Arema FC Milomir Seslija memberikan arahan kepada skuatnya saat sesi latihan. Foto: IG aremaofficial

jpnn.com, MALANG - Arema FC sudah pasti tumbang pada ajang Piala Indonesia. Itu setelah mereka ditahan imbang 2-2 oleh Persib Bandung pada leg kedua babak 16 besar Piala Indonesia (22/2).

Namun nampaknya masih ada Aremania yang belum bisa menerima kegagalan tim berjuluk Singo Edan tersebut. Bahkan banyak dari mereka yang melayangkan kritik kepada pemain.

BACA JUGA: Amido Balde: Biarkan Kaki Saya yang Berbicara

Salah satunya yakni penjaga gawang Utam Rusdiana. Utam dianggap kurang garang di bawah mistar gawang Singo Edan.

Kiper asal Sidoarjo itu dinilai kerap terlambat dalam membuat keputusan. Terutama pada moment-moment krusial. Termasuk dua gol yang Persib yang bersarang ke gawangnya.

BACA JUGA: Bali United Lolos 8 Besar Piala Indonesia, Coach Teco Bilang Begini

Namun pelatih Arema FC Milomir Seslija justru memberikan pembelaan kepada Utam. Seslija menganggap itu bukan murni kesalahan dari Utam. ”Saya mengganggapnya ini kesalahan tim. Sebab saya melihat ada lubang dalam permainan kami. Dan ini akhirnya mudah dilewati oleh pemain lawan,” ucap eks pelatih Madura United tersebut.

Untuk itu Seslija tengah fokus mengevaluasi timnya sebelum berlaga di Piala Presiden. Pelatih asal Bosnia itu tengah menyusun program latihan agar Singo Edan bisa tampil lebih efektif dan bisa mengontrol game.

BACA JUGA: Sriwijaya FC Gagal Lolos ke Babak 8 Besar Piala Indonesia

”Kami harus mengkoreksi dan memperbaiki tim. Tentu kami perlu waktu untuk menjadi lebih baik,” kata Seslija.

Sementara itu, pada Piala Presiden nanti Arema FC juga akan kehilangan dua pemain pilarnya, yakni Johan Alfarizi serta Dedi Setiawan. Keduanya akan memenuhi panggilan pemusatan latihan Timnas pada 6 Februari mendatang.

Untuk posisi winger yang ditinggalkan Dedik, Arema masih banyak opsi pengganti seperti Dendi Santoso, M. Nasir, atau Sunarto. Masalahnya stok bek kiri Arema menipis. Selama ini Singo Edan selalu mengandalkan Alfarizi.

Sebelumnya ada Bagas Adi yang bisa beroprasi menjadi bek kiri. Namun musim ini, Bagas memilih hijrah ke Bhayangkara FC. Memang masih ada Ricky Ohorella, namun Sinfo Edan tentu butuh pelapis bagi Ohorella.

”Kami harus menyesuaikan dan menncari pengganti yang terbaik. Tentu ada plan lain. Itu akan kami coba di latihan,” ucap Seslija. (nia)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jangan Rusak Salam Satu Jiwa dengan Tudingan Pengaturan Skor


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler