Mimpi Babe

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Selasa, 30 November 2021 – 12:53 WIB
Haikal Hassan. Foto: Twitter/haikal_hassan

jpnn.com - Orang Jawa mengatakan mimpi adalah kembang tidur. Artinya, mimpi adalah penghias tidur seperti kembang menghiasi pohon.

Kembang berarti sesuatu yang indah dan menyenangkan, meskipun mimpi tidak selalu indah seperti kembang, ada kala orang bermimpi buruk, dan ada kalanya mimpi seram.

BACA JUGA: Istri Babe Haikal Hassan Sakit, Apa Kabar Kasus Mimpi Bertemu Rasulullah?

Bermimpilah sebelum mimpi dilarang. Tertawalah sebelum humor dilarang. Dua hal itu semestinya bebas dilakukan oleh siapa saja. Namun, praktiknya sekarang orang tidak bebas lagi bermimpi, dan orang tidak boleh sembarangan tertawa.

Ada seseorang yang menceritakan humor lucu mengenai polisi jujur. Orang itu langsung dipanggil polisi dan diperiksa. Seseorang membuat video lucu menirukan gaya Salt Bae menaburkan garam. Polisi langsung memanggil dan menginterograsinya.

BACA JUGA: Jawaban Haikal Hassan saat Penyidik Tanya Bukti Mimpi Bertemu Rasulullah

Dua hal itu lucu dan mengundang senyum segar. Namun, polisi tidak menganggapnya lucu, dan malah menganggapnya sebagai tindakan pidana, entah di mana unsur pidananya. Dua hal itu terjadi di dua negara berbeda, satu terjadi di Indonesia, satunya di Vietnam.

Bermimpi pun bisa menjadi masalah di Indonesia. Paling tidak, hal itu dialami pendakwah Haikal Hasan atau yang lebih dikenal sebagai Babe Haikal.

BACA JUGA: Ssst, Kasus Mimpi Bertemu Rasulullah Bergulir, Haikal Hassan Bakal Digarap Polisi

Dia mengaku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw, lalu seseorang melaporkannya kepada polisi, dan Haikal pun harus menghadap ke kepolisian untuk diperiksa.

Itu kejadian di Indonesia.

Di Vietnam belum pernah muncul kejadian seperti itu. Setidaknya belum ada berita yang beredar mengenai hal itu. Di negara-negara lain pun, rasanya, tidak pernah ada kejadian seperti itu. Mungkin baru ada di Indonesia, orang dipanggil polisi gegara mimpi.

Polisi selalu mengacu kepada KUHP untuk menentukan seseorang melakukan pelanggaran pidana atau tidak. Mungkin, kali ini, selain mengacu kepada aturan hukum pidana, polisi juga perlu merujuk pada kitab-kitab primbon mengenai mimpi.

Salah satu yang paling populer dan banyak beredar di kalangan masyarakat adalah ‘’Tafsir 1001 Mimpi’’. Lihatlah di toko buku atau lihatlah di aplikasi jual beli online, Anda akan temukan puluhan buku tafsir mimpi.

Buku-buku primbon mimpi ini sangat populer di kalangan masyarakat. Orang Jawa suka ‘’ngeramesi’’ atau melakukan interpretasi terhadap mimpi. Mimpi apa saja akan selalu di-ramesi. Mimpi digigit ular mestinya menakutkan.

Namun, orang menganggapnya sebagai isyarat keberuntungan. Ada yang menganggapnya sebagai isyarat akan mendapat rezeki atau mendapat jodoh bagi yang jomblo.

Namanya juga mimpi, orang bebas saja menginterpretasikannya sesuai dengan suasana hatinya. Orang lain tidak bakal peduli apakah mimpi itu benar-benar terjadi atau tidak. Orang lain tidak bakal tahu seseorang berbohong dengan mimpinya atau tidak.

Menurut Primbon Jawa mimpi dibagi menjadi tiga macam, Titoyoni, Gondoyoni, dan Puspatajem.

Menurut kepercayaan kejawen, klenik Jawa, Titoyoni adalah mimpi yang terjadi sebelum tengah malam. Mimpi semacam ini dianggap tidak punya makna atau tidak bisa diramesi, karena biasanya terjadi akibat reaksi memori otak kecil yang masih terbawa oleh kegiatan-kegiatan fisik sebelum tidur.

Seseorang yang kelelahan--karena di waktu siang atau sore melakukan kegiatan jalan-jalan dan melihat banyak sesuatu hal di jalan--maka hal itu akan terbawa ke dalam mimpi.

Gondoyoni adalah mimpi yang terjadi lewat tengah malam sampai sebelum sepertiga malam yang terakhir kira-kira pukul 00.00 sampai 02.00. Mimpi jenis ini mempunyai ramesan yang bermacam-macam, bisa mengarah kepada Titoyoni atau juga bisa diramesi sebagai isyarat atau petunjuk yang nyata.

Ramesan Gondoyoni tergantung situasi orang yang bermimpi, apakah dia kekenyangan habis makan, atau habis bersenang-senang di malam hari seperti dugem, atau dia tidur dalam kondisi bersih dan tirakat. Kondisi itu akan memengaruhi tafsir mimpinya.

Puspatajem adalah mimpi yang terjadi di akhir malam yaitu kira-kira pukul 02.00 sampai subuh. Pengamal klenik memercayai mimpi ini sebagai petunjuk, tetapi tidak semua mimpi yang terjadi di akhir malam adalah petunjuk, karena hal itu juga dipengaruhi oleh keadaan orang yang bermimpi.

Orang-orang yang secara khusus menjalani ritual ‘’laku’’ atau menjalani laku tirakat tertentu biasanya menjadikan mimpi Puspatajem sebagai isyarat dan petunjuk. Mereka adalah orang-orang yang bermimpi dalam keadaan laku prihatin, puasa, berkhalwat atau sedang melakukan riyadah, dan amalan batin lain.

Mimpi jenis ini, menurut pengamal mistis, diyakini kebenarannya sebagai petunjuk. Mimpi seperti ini tidak akan mudah dilupakan, dan tetap bisa digambarkan detailnya meski itu sudah terjadi di waktu yang sangat lama.

Dalam tradisi psikologi mimpi menjadi kajian ilmiah yang sudah sangat mapan. Sigmund Freud (1856-1939) melakukan kajian ilmiah terhadap mimpi yang menghasilkan teori psikoanalisa yang sampai sekarang menjadi disiplin ilmu psikologi yang sangat penting.

Freud menulis buku ‘’The Interpretation of Dream’’ pada 1914 dan sampai sekarang dianggap sebagai kitab babon yang menjadi rujukan para ahli psikologi mimpi di seluruh dunia. Menurut Freud, mimpi adalah jembatan antara dunia eksternal dengan dunia perasaan, kesan, dan keinginan yang terpendam dan terdepresi. Mimpi adalah pemenuhan keinginan dari apa yang tidak mampu diwujudkan di dunia eksternal.

Pada saat manusia bermimpi, letak kesadarannya berada pada tingkat pra-sadar. Dalam kondisi itu ‘’Id’’ dan ‘’Superego’’ lebih banyak berperan dibandingkan dengan ‘’Ego’’. Karena itu sangat sering terjadi keinginan yang terpendam akan muncul melalui mimpi.

Dalam konsep Freud, Id adalah bagian dari manusia yang berisi insting-insting primitif yang tidak mengenal norma dan aturan. Superego adalah segala tuntutan dan aturan normatif yang berkaitan dengan harapan masyarakat agar seseorang berperilaku tertentu.

Sementara itu, Ego adalah jembatan kesadaran yang bertindak selaku hakim dari perilaku, yang diarahkan ke dunia luar dari perdebatan internal antara Id dan Superego.

Karena itu, mimpi tidak bisa muncul begitu saja. Mimpi memerlukan bahan-bahan yang perlu dirakit untuk dimunculkan di dalam tidur. Bahan-bahan itu adalah kesan-kesan dari pengalaman keseharian, pengalaman masa kecil, dan rangsangan somatis, dalam bentuk stimulus yang diberikan ketika tidur yang kemudian terekspresikan dalam mimpi.

Dalam teori mimpi Freud, jika seseorang mempunyai keinginan kuat dalam dunia eksternal dan tidak bisa mewujudkan keinginan itu, maka keinginan itu bisa muncul dalam mimpi. Teori mimpi Freud ini sudah diakui sebagai teori yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Di dalam tradisi Islam, mimpi menempati posisi yang sangat penting. Nabi-nabi dan utusan Allah menerima perintah dan wahyu melalui mimpi. Nabi Ibrahim menerima perintah menyembelih putranya, Nabi Ismail, melalui mimpi.

Orang-orang saleh yang dekat dengan Allah sering mendapatkan isyarat atau petunjuk melalui mimpi. Salah satu puncak mimpi tertinggi bagi orang-orang saleh itu adalah mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw.

Banyak orang-orang saleh yang melakukan amalan atau ritual tertentu supaya bisa bermimpi bertemu Rasululllah. Salah satu ritual yang dianjurkan oleh Rasulullah adalah membaca selawat secara rutin disertai dengan keinginan yang kuat supaya bisa bertemu melalui mimpi.

Melalui jalan itu banyak sekali orang-orang saleh yang bertemu Rasulullah melalui mimpi. Rasulullah menjamin bahwa jika seorang saleh bermimpi bertemu dengannya berarti mimpi itu adalah nyata.

Dari perspektif agama mimpi bertemu Rasulullah mempunyai justifikasi pembenaran yang sangat kuat, dan dari perspektif psikoanalisa mimpi bertemu Rasulullah bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Sekarang terserah kepada Pak Polisi, mau pakai teori psikoanalisa, mau pakai teori agama, atau percaya kepada primbon. Ketiga teori itu sama-sama membenarkan keberadaan mimpi. (*)


Redaktur : Adek
Reporter : Cak Abror

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler