MIND ID dan Antam Berkolaborasi Bantu Masyarakat Pulau Buru

Minggu, 25 Juni 2023 – 19:12 WIB
BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID bersama dengan salah satu anggotanya PT ANTAM Tbk, melakukan bakti sosial di Namlea, Kabupaten Buru. Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, PULAU BURU - BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID bersama dengan salah satu anggotanya PT ANTAM Tbk, melakukan bakti sosial di Namlea, Kabupaten Buru.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari yang dimulai tanggal 20 hingga 24 Juni 2023. Kegiatan bakti sosial tersebut bertajuk "Katong Melihat Terang."

BACA JUGA: Gus Falah Optimistis MIND ID Mempercepat Penetrasi Kendaraan Listrik

Katong Melihat Terang meliputi berbagai kegiatan bakti sosial yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namlea antara lain operasi katarak, operasi bibir sumbing, pengobatan gigi dan pengobatan umum.

Selain itu ada juga pemberian bantuan kesehatan, pembagian sembako, dan kegiatan lingkungan berupa penanaman bibit pohon kenari dan sukun di Desa Dava, Kecamatan Waelata.

BACA JUGA: MIND ID Bidik KTT ASEAN Jadi Gerbang UMKM Menuju Pasar Global

Kegiatan bakti sosial ini diinisiasi Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) dan juga Komisaris Utama MIND ID Doni Monardo.

MIND ID merupakan pemilik mayoritas saham pada empat perusahaan industri tambang terbesar di Indonesia; PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia.

BACA JUGA: MIND ID Apresiasi Prestasi Laba Bersih PT Bukit Asam Rp 12,6 Triliun

Melalui sinergi multiheliks yang melibatkan PPAD, MIND ID, PT ANTAM Tbk, Himpunan Bersatu Teguh (HBT), TNI-POLRI, dan stakeholder lainnya, kegiatan di Pulau Buru ini dapat terlaksana dengan baik.

Deputi SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata beserta Komisaris Utama MIND ID, Doni Monardo menghadiri langsung kegiatan bakti sosial dan penanaman pohon di desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Gunung Botak.

Penanaman pohon ini adalah sebagai salah satu kepedulian MIND ID dan ANTAM terhadap pelestarian lingkungan.

"Kementerian BUMN senantiasa mendorong BUMN untuk meningkatkan kinerja bisnisnya, tanpa melupakan peran sosialnya di masyarakat. Kegiatan sosial dan penanaman pohon yang dilakukan oleh MIND ID dan ANTAM ini menjadi bukti nyata Bakti BUMN untuk masyarakat di Provinsi Maluku,” kata Tedi.

Beberapa pejabat yang ikut bergabung dalam kunjungan ke Pulau Buru adalah Gubernur Maluku, pejabat dari Kementerian ESDM, Kodam XVI/Pattimura, Polda Maluku, Kejaksaan Tinggi Malaku, Direksi MIND ID dan Direksi ANTAM.

Doni Monardo yang juga mantan Pangdam XVI/Pattimura dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambahkan, program-program TJSL yang fokus kepada bidang lingkungan telah banyak dijalankan oleh Grup MIND ID.

“Kami berharap kegiatan penanaman pohon ini dapat menjadi langkah awal dari kehadiran negara memberi kontribusi nyata dalam upaya menyelamatkan sumber daya mineral yang ada,” kata Doni Monardo, Kamis (22/6).

Terdapat 100 bibit sukun premium, 25 bibit kenari raja dan 25 kenari biasa yang dibagikan dan ditanam bersama masyarakat di Desa Dava.

Perlu kolaborasi multi stakeholder untuk membantu kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Gunung Botak.

MIND ID dan PPAD telah membuat program pembibitan 1 juta bibit sukun premium dari Maluku. Sebagian bibit ini tentu saja akan dikirim ke Pulau Buru.

Selain sebagai upaya untuk mendukung ketahanan pangan, pohon sukun menjadi salah satu vegetasi untuk mitigasi bencana.

Lokasi pembibitan dibangun di Kota Ambon bersama dengan Yayasan Andarinyo Go Earth (AGE). Sebanyak 100 ribu bibit sukun ini juga akan dikirim ke IKN.

Sekretaris Daerah Kabupaten Buru, Ilyas Hamid, mengatakan, nilai investasi yang masuk di Kabupaten Buru masih sangat kecil.

Di Provinsi Maluku, Kabupaten Buru adalah kabupaten dengan kemiskinan ekstrem tertinggi kedua setelah Kabupaten Seram Bagian Barat.

Gunung Botak memiliki potensi sumber daya mineral yang bisa memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Namun, kelestarian ekosistem di Kawasan Gunung Botak juga perlu dijaga.

“Tambang illegal tidak akan pernah dapat membantu pembangunan daerah dan mensejahterakan masyarakatnya. Belum lagi beban kerusakan lingkungan, pencemaran sungai dan laut serta kesehatan masyarakat di sekitar Gunung Botak yang akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buru jika tambang ilegal terus dibiarkan,” katanya.

Salah satu tokoh masyarakat yaitu Raja Petuanan Kaiely Fandi Ashari Wael mengatakan harapannya dari masyarakat Petuanan Kaiely, rombongan yang hadir dapat fokus membahas bagaimana dapat melegalkan aktivitas tambang tersebut.

Aktivitas penambangan yang telah berjalan selama ini tidak bisa dipungkiri ada peningkatan perputaran ekonomi masyarakat adat.

“Jika dapat diproses untuk legalitasnya dan adanya perusahaan ataupun bentuk kelola yang lainya, saya dan semua unsur pimpinan adat berharap agar bisa melibatkan tokoh adat dataran tinggi maupun dataran rendah. Dapat memprioritaskan anak-anak adat terlebih dahulu dalam perekrutan tenaga kerjanya,” katanya.

"Kami menaruh harapan hidup dari sumber daya alam yang kami ketahui sejak tahun 2012. Namun, hal itu juga akan membawa dampak buruk jika terus dilakukan penambangan secara emas secara ilegal. Selain melanggar hukum, juga akan berdampak terhadap sektor pertanian, kelautan dan perikanan," kata Fandi.

Kepala Desa Waehata Ali Nacikit berharap adanya perhatian pemerintah tentang kondisi infrastruktur yang ada di wilayah desa khususnya jalan dan jembatan.

"Kondisi jalan yang selalu dilewati oleh kendaraan besar roda empat maupun roda dua untuk aktivitas penambangan membuat beberapa jalan yang mengalami kerusakan. Selain itu, wilayah Dataran Waeapo ini dilalui oleh dua sungai besar yaitu sungai Waeapo dan sungai Waelata. Apabila intensitas hujan yang cukup besar dan terus menerus, maka wilayah kami ini mengalami banjir yang bisa merendam rumah dan kebun masyarakat," katanya.

Selain kegiatan lingkungan, juga digelar kegiatan sosial di bidang kesehatan yang dilaksanakan di RSUD Namlea.

Ada 14 warga yang akan dioperasi bibir sumbing, pemeriksaan gigi kepada 63 warga, operasi katarak untuk 443 bola mata, dan pemeriksaan kesehatan umum bagi 545 masyarakat.

Bersamaan dengan kegiatan operasi dan pengobatan, juga akan dibagikan sembako sebanyak 3.000 paket.

Ilyas Hamid menyampaikan ucapan terima kasih atas kegiatan bakti sosial yang sangat membantu masyarakat Namlea.

“Kegiatan giat bakti sosial yang dilakukan oleh PPAD, MIND ID, ANTAM, TNI-POLRI, dan HBT ini sangat membantu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Namlea. Kami berterima kasih karena melalui kegiatan ini lebih dari 500 warga menerima bantuan kesehatan,” katanya.

Direktur Manajemen Risiko dan HSE MIND ID, Nur Hidayat Udin mengatakan program bakti sosial merupakan salah satu komitmen grup MIND ID dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya goal 1 tanpa kemiskinan, goal 3 kehidupan sehat sejahtera dan goal 15 ekosistem dan daratan.

"Kegiatan ini tidak hanya membuktikan komitmen grup MIND ID dan ANTAM pada aksi nyata program TJSL, khususnya di Pulau Buru, Maluku. Hal ini sejalan dengan peta jalan keberlanjutan MIND ID melalui pilar Community and Society dimana perusahaan ikut mendukung kesejahteraan masyarakat dan pilar Environment and Climate Change atau turut mengurangi dampak lingkungan," kata Nur Hidayat.

Alhasil, kata dia, melalui kerja-kerja keberlanjutan tersebut bisa mewujudkan tujuan mulia MIND ID yakni melakukan eksplorasi sumber daya alam untuk membangun peradaban, kemakmuran dan masa depan yang lebih cerah.

"Ya, sesuai dengan noble purpose kami, We explore natural resources for civilization, prosperity, and a brighter future," katanya. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler