MIND ID Siap Jadi Motor Utama Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

Senin, 14 Agustus 2023 – 20:43 WIB
Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso menyatakan siap menjadi motor utama ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Foto: dok MIND ID

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso menyatakan siap menjadi motor utama ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Hendi dalam Forum Sinergi BUMN Swasta yang diselenggarakan Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Senin (14/8).

BACA JUGA: MIND ID Dorong Budaya Literasi Pelajar lewat Berbagai Kegiatan Srikandi Bukit Asam

Menurut Hendi, MIND ID optimistis mampu mewujudkan ekosistem kendaraan listrik karena Indonesia memiliki kekuatan dalam pengelolaan sumber daya alam sebagai komponen utama baterai di sisi hulu.

MIND ID juga akan mengembangkan supply chain ekosistem kendaraan listrik ini.

BACA JUGA: Begini Dukungan MIND ID untuk Potensi Masyarakat Adat di Wilayah Operasional

Hendi menjelaskan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia saat ini mulai dari nikel, alumunium, bauksit, tembaga hingga timah menjadi komponen utama kendaraan listrik.

"Kami sudah melakukan berbagai trobosan kerja sama dengan pabrikan pemain kendaraan listrik maupun baterai kendaraan listrik di dunia. Kami sedang berproses untuk bisa membuat rantai pasok yang terintegrasi," ujar Hendi.

Hendi menjelaskan lewat PT Aneka Tambang Tbk (Antam) anggota holding MIND ID, bekerja sama dengan CATL perusahaan baterai terbesar akan membuat pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Sisi mid-stream ini nantinya membutuhkan pasokan mineral yang sustainable dan terjaga dan siap dipasok dari tambang yang saat ini dikuasai oleh Holding Pertambangan.

"Kami memiliki kekuatan di sisi hulu yang kami juga sangat terbuka atas kolaborasi dan kerja sama dalam pengembangannya. Kami banyak melakukan eksplorasi. Kami sangat terbuka terhadap kerja sama baik dari sisi hulu maupun di midstream ini," ujar Hendi.

Di samping itu, keterlibatan swasta lokal menjadi sangat penting. Sebab, ekosistem kendaraan listrik dan baterai ini mampu menjadi pendorong industri pendukung maupun pengolahan agar ekosistem ini utuh dan sustainable.

"Kami mendorong misalnya di alumunium kami butuh jasa waste management limbah. Ini sangat terbuka lebar peluangnya untuk swasta ikut serta. Lalu, kolaborasi dalam bidang komponen maupun jasa konstruksi. Juga sektor otomotif baik di perakitan maupun body. Kami sangat terbuka peluang kerjasama ini," tegas Hendi.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler