Miom dan Kista Bisa Terjadi Kapan Saja, Kenali Gejala Awalnya 

Kamis, 27 Oktober 2022 – 14:47 WIB
dr Muhamad Reza Tiansah, Sp.OG., menjelaskan soal miom dan kista. Foto dok. Siloam Hospitals Mampang

jpnn.com, JAKARTA - Miom dan kista merupakan salah satu masalah reproduksi wanita yang umum terjadi. Keduanya memiliki penyebab dan gejala yang berbeda.

Miom dan kista terjadi pada wanita dengan usia  produktif. 

BACA JUGA: Covid-19 Mereda, Siloam Hospitals Melanjutkan Pertumbuhan Positif

Miom adalah jenis tumor nonkanker yang terbentuk di dinding otot rahim, sedangkan kista adalah kantong berisi cairan yang berkembang di dalam ovarium. 

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Siloam Hospitals Mampang, dr Muhamad Reza Tiansah, Sp.OG., mengatakan akan keluhan awal pada miom dan kista antara lain nyeri panggul, kembung, menstruasi berat dengan anemia, Sering buang air kecil dan beberapa lainnya. 

BACA JUGA: Sektor Kesehatan Menjanjikan, Siloam Terus Melanjutkan Ekspansi 

"Namun, nyatanya masih banyak pasien yang tidak merasakan atau mengalami keluhan pada aktivitas sehari-hari," kata dr. Muhamad Reza pada HealthTalk yang disiarkan langsung melalui Instagram Live Siloam Hospitals Mampang, Rabu (26/10).

Dia menyebutkan miom dan kista dapat terjadi kapan saja. Namun, miom rentan terjadi di usia 40 hingga 50 tahunan dan pada kenyataannya tumbuh berkelompok.

BACA JUGA: Anies Baswedan Resmikan RS Siloam Mampang jadi Pusat Unggulan Ortopedi

Kista yang terbentuk kebanyakan adalah Kista fungsional, berkembang aktif pada wanita yang belum mencapai menopause. 

Miom umumnya bersifat jinak dan sering terkait dengan siklus menstruasi, karenanya banyak yang mengabaikannya.

Berbeda dengan kista yang memiliki perbedaan rentan pecah atau dapat menyebabkan ovarium terpuntir di sekitar struktur pendukungnya dengan kondisi yang bisa saja menyebabkan sakit perut hebat, pusing hingga pingsan.

"Sampai saat ini penyakit ini masih terus diteliti para ahli untuk mengetahui penyebab terjadinya. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko miom dan kista," terangnya.

Dokter Muhamad Reza menambahkan miom akan cenderung mengecil pada wanita yang memasuki fase menopause, dan pada kehamilan bisa mengganggu posisi bayi.

Dia melanjutkan pada umumnya kista tidak berbahaya dan menjadi salah satu faktor terganggunya kesuburan. Namun, kista patologis dapat bersifat jinak dan ganas. Juga bisa berkembang menjadi kanker

Untuk mencegahnya dokter Reza mengatakan deteksi dini bagi wanita usia produktif adalah kunci pencegahan. Screening awal dengan USG oleh dokter spesialis umumnya cukup dan rutin terjadwal. 

"Perlu perhatian khusus dan tatalaksana tepat pada kondisi pendarahan hebat pada miom dan beberapa tindakan medis lain yang bisa dilakukan dokter spesialis. Konsultasikan dengan dokter anda," pungkas dr. Muhamad Reza. (esy/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Miom   kista   Kanker   Siloam  

Terpopuler