Miris, Atlet Berprestasi Ini Dicoret Lantaran Tak Setor Uang

Kamis, 25 Januari 2018 – 18:31 WIB
Farid Atlet Paralympic tolak peluru (tengah), Elda Atlet Paralympic judo kelas 66 (kanan) dan Andri Perkasa Kantaprawira Inisiator (tengah) tunjukkan surat ke Presiden. Foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/JABAR EKSPRES

jpnn.com, BANDUNG - Seorang atlet disabilitas bernama Farid Surdin, 26, mengaku kecewa karena dirinya tidak masuk pelatihan nasional (Pelatnas) Asian Para Games 2018.

Padahal atlet tolak peluru asal Jawa Barat itu berprestasi dalam ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016.

BACA JUGA: Parpol All Out di Jateng, Jabar, dan Jatim Demi Pilpres 2019

Adapun penyebab pencoretan namanya itu lantaran tidak menyetor uang kontribusi keanggotaan ke NPC Jawa Barat Jawa Barat sebesar 25 persen atau Rp 72 juta dari total bonus yang didapat sebesar 280 juta.

”Saya sakit hati karena saya pecah rekor tapi nggak masuk Pelatnas padahal ditingkat asia tenggara saya masuk,” kata Farid pada Jabar Ekspres (Jawa Pos Group) di Bandung (24/01).

BACA JUGA: Akses Kian Menjanjikan, Dispar Fokus Garap Jabar Selatan

Dikatakan Farid, meskipun dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ada aturan yang mewajibkan atlet memberikan kontribusi kepada NPC, namun menurutnya tak ditulis berapa besaran uang yang harus disetorkan. ”Entah kalau ada AD/ART yang lain saya gak tahu," kata dia.

Selain itu, setiap atlet tidak pernah mendapatkan sosialisasi dari NPC terkait penggunaan sejumlah uang yang disetorkan dengan alasan hal tersebut adalah urusan organisasi.

BACA JUGA: Tidak Tidur Pantau Gempa, Jokowi: Alhamdulillah Tak Tsunami

Menurut Farid, alasan yang selalu dikeluarkan NPC terkait penggunaan anggaran tersebut adalah untuk operasional organisasi dan untuk pembentukan sarana dan sarana para atlet yang sampai saat ini belum terealisasi. ”Toh kalau pun untuk sarana dan prasarana ya kita minimal punya tempat gym sendiri lah, tempat fitnes sendiri," kata dia.

Maka dari itu, Farid meminta kalaupun ada potongan uang yang diberlakukan NPC bagi para atlet berprestasi harus ada kejelasan dan jumlahnya tidak terlalu mencekik para atlet. ”Sekarang pun ini potongannya masih bisa dinegosiasi kalau kita mau," kata dia.

Atlet lainnya Ganjar Jatnika, 35, salah seorang atlet lari yang juga berprestasi dalam ajang Peparnas 2016 dan Asian Para Games 2015 mengaku sangat menyayangkan keputusan NPC yang tidak mengikutsertakan atlet berprestasi karena tidak menyetor uang kontribusi.

”Walaupun saya pribadi dari segi usia sudah tidak berpotensi teu kunanaonlah teu kaajakan deui ge, cuman ini adik-adik saya, apalagi Farid ini kan pemecah rekor, mungkin di kelas asia tenggara masih bisa bersaing," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, jika harus menyetorkan uang agar bisa ikut berkompetisi dalam ajang Asian Para Games 2018, dirinya memperkirakan besaran uang yang harus diberikan kepada NPC adalah Rp 150 juta.

”Uang Rp 150 juta kalau dipake usaha buat saya mungkin bisa lebih berguna dan bermanfaat dibanding buat setor lagi," kata dia.

Diharapkan Farid, untuk menyelesaikam permasalahan tersebut dirinya meminta ada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ulang. Selain itu, dirinya juga meminta sistem setoran tersebut dihilangkan karena NPC dinilai sudah memiliki amggaran dari pemerintah.

”Kalau bisa dihilangkan, tapi kalau tidak bisa paling besar hanya 5 persen. NPC sudah ada anggaran kenapa harus motong lagi. ," kata dia. (mg1/ign)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sempat Prihatin, Jabar Kampiun Piala Soeratin


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler