Misteri Kematian Janda Kaya, Sempat Gaduh di Dalam Kamarnya

Jumat, 16 April 2021 – 22:36 WIB
Ilustrasi, garis polisi di TKP. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, PROBOLINGGO - Warga Dusun Asemkandang, Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo heboh setelah mendengar kematian Juhairiyah, janda yang dikenal sebagai juragan arisan.

Perempuan berusia 50 tahun itu ditemukan tewas di kamar rumahnya.

BACA JUGA: Janda Kaya Terpikat dengan Penampilan Polisi Gadungan, Terjadi Aksi Tak Terpuji

Hingga Jumat (16/4) petang, kematian juragan arisan itu masih misterius. Pelaku pembunuhan belum terungkap.

Radar Bromo melaporkan, sejauh ini polisi baru memeriksa dua saksi mata.

BACA JUGA: Pelaku Pembunuhan Sadis Janda Kaya Curup Akhirnya Diringkus Polisi

Dari informasi di lapangan menyebutkan, Juhairiyah ditemukan meninggal sekitar pukul 23.00 WIB.

Fauzi (25) keluarga korban saat itu mendengar suara gaduh dari dalam kamar Juhairiyah.

BACA JUGA: Mbak IM Bawa Kabur Uang Arisan Online Rp 500 Juta, Korbannya Para Mahasiswi Ini

Merasa khawatir, Fauzi pun masuk ke dalam rumah korban. Namun, ia tidak langsung pergi ke kamar korban. Melainkan menuju dapur untuk minum.

Selesai minum, ia hendak kembali ke depan rumah dan melewati kamar korban yang sedang terbuka. Saat itulah, ia melihat Juhairiyah dalam keadaan tengkurap.

“Fauzi saat itu sedang ada di teras depan rumah korban bersama beberapa saudara dan tetangga. Sebelumnya, ia mendengar suara gaduh dalam kamar korban, namun tidak dihiraukan. Merasa kehausan kemudian ke dapur untuk minum. Setelah minum itulah dirinya melihat korban sudah tidak bernyawa,” ujar Sekretaris Desa Asembagus, Rofi’i.

Tak berselang lama, petugas kepolisian pun datang. Lokasi rumah korban pun diberi garis polisi.

Korban pun lantas dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP. serta membawa jasad korban ke RSUD Waluyojati Kraksaan untuk dilakukan autopsi.

Dari hasil autopsi ditemukan beberapa luka di tubuh korban. Mulai bekas cekikan di leher. Luka lebam di pipi kemungkinan bekas pukulan. Darah keluar dari telinga kemungkinan karena kehabisan napas pembuluh darah pecah.

“Dari hasil autopsi, Juhairiyah diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia. Ada beberapa barang yang hilang berupa uang Rp 100 juta dan handphone,” katanya. (ri/mie)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler