Mobil Ditembaki, Uang Rp 210 Juta Lenyap

Minggu, 31 Agustus 2014 – 01:16 WIB

jpnn.com - TALAWI - Peristiwa perampokan yang terjadi di Jalan Desa Perkebunan Sei Balai, Kecamatan Sei Balai, Jumat (29/8) sekira pukul 14.30 WIB.

Eko Sutiono (25), warga Dusun IV Desa Sidorejo, Kecamatan Talawi Kabuparen Batubara, mengalami luka di bagian perut, karena terkena serpihan proyektil peluru yang ditembakkan para pelaku ke badan mobil.

BACA JUGA: Pengunggah Foto Mesum Berseragam PNS Untung Jutaan Rupiah

Eko Sutiono, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (30/8) mengatakan, saat kejadian dia bersama temannya Andre tidak bisa berbuat apa-apa. Mobil yang dikemudikannya sudah ditembaki para pelaku berjumlah empat orang. Dan setelah mobil berhenti, para pelaku langsung menodongkan pistol ke arah mereka berdua.

Eko menuturkan, sebelum kejadian dia dan Andre warga Dusun II Merbo, Desa Perkebunan Tanah Datar, baru saja mengambil uang di sebuah bank di Kisaran. Andre merupakan kasir pembantu di usaha milik kerabat Eko yakni M Silaban (45).

BACA JUGA: Amankan 600 Liter Arak Bali

Dia menceritakan, mereka berangkat dari Pondok Perkebunan Bakrie, Kisaran sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka langsung menuju salah satu bank, untuk mengambil uang milik M Silaban (45),  warga Dusun V, Desa Sahata, Kecamatan Talawi yang selama ini dikenal sebagai pengusaha jual beli sawit.

Pria yang sudah bekerja lima tahun dengan Silaban ini mengaku, begitu tiba di bank, uang tidak bisa langsung diambil karena belum ditransfer, sehingga mereka terpaksa menungu hingga satu jam, dan mereka memilih menunggu di dalam mobil.

BACA JUGA: Polisi Bekuk Tiga ABG Penjambret

Kemudian, setelah menunggu lama akhirnya uang bisa diambil senilai Rp198.400.000, dan dia langsung memasukkan uang itu ke dalam kantong plastic warna hitam dan kembali ke dalam mobil dan meletakkan uang di bawah kaki.

Selanjutnya, mereka pulang dari lokasi bank menuju PKS Lolotan, Kecamatan Sei Balai.

Saat berada di sepanjang perjalanan, Eko tidak ada merasa curiga dan dia mengemudikan mobil Honda CRV  hitam BK 1234 HI, dengan kecepatan rata-rata 80 KM per jam.

Dia menyebutkan, saat melintas di daerah Bukit Libanon dekat Pulau Bandring, dia melihat seperti ada kendaraan lain mengikuti mereka. Tapi dia sedikitpun tidak ada merasa curiga.

Setelah itu, mereka masuk ke jalan perkebunan yang kondisi jalannya tidak rata. Dan di sekitar Dusun II, Desa Perkebunan Sei Balai, karena laju kendaraan tidak bisa kencang, tiba-tiba dua orang perampok yang mengendarai sepedamotor Yamaha Vixion tanpa plat Polisi langsung menembak handle pintu sebelah kanan.

Saat itu mobil langsung mati, karena mau oper posneleng. Karena mobil berhenti, salah satu perampok yang dibonceng langsung mendatangi mobil mereka.

“Pelaku langsung menodongkan pistol ke arah kepalaku. Waktu itu kaca mobil dalam keadaan setengah terbuka, pistol yang ditodongkan laras pendek, pegangannya warna coklat dengan pelatuk berwarna hitam. Aku tidak berdaya, saat pelaku menanyai di mana uangku,” katanya.

Eko melanjutkan, setelah salah seorang pelaku meminta uang, dua pelaku lainnya yang mengendarai sepedamotor Honda CB 150 R warna putih datang mendekati mobil langsung menembakkan senjat ke ban depan sebelah kiri mobil.

“Waktu itu pelaku langsung menembak ban mobil. Selanjutnya turun dari sepedamotor menghampiri pintu sebelah kiri tepatnya pintu di sebelah Andre. Andre juga ditodong pistol, dan tidak kuasa hingga menunjukkan tempat uang yang kami ambil dari bank. Pelaku itu pun langsung mengambil uangnya. Selain uang yang dari plastik, uang yang ada di tas sandang yang dibawa Andre juga diambil. Di dalam tas ada uang Rp7.600.000. Kemudian uang Rp5 juta di dalam dus bok juga diambil pelaku,” kata Eko.

Dia menuturkan, lokasi kejadian berjarak satu kilometer dari jalinsum dan kondisi sepi. Dan setelah mengambil uang mereka, pelaku langsung melarikan diri.

Eko mengungkapkan, setelah kejadian mereka langsung meminta tolong kepada warga hingga personel Polsek labuhanruku datang ke lokasi.

“Kejadiannya cukup cepat, sekitar lima menit lebih saja. Ada dua kali letusan senjata api sempat saya dengar,” ujarnya.

Eko menyebutkan, selama ini dia dan Andre serta beberapa rekannya yang lain memang hampir setiap hari pergi ke bank untuk mengambil uang dengan jumlah ratusan juta rupiah. Selama ini, mereka tidak pernah meminta pengawalan dari pihak kepolisian.

Kapolres Batubara AKBP JP Sinaga SIk melalui Kapolsek Labuhan Ruku AKP Zulham saat dikofirmasi, mengaku kasus perampokan tersebut masih  mereka selidiki.  Dari keterangan korban, mereka tidak sempat mengenali para pelaku karena memakai helm.

“Jenis senpi yang digunakan beluk diketahui. Tapi dari ditemukan dua proyekti peluru dan sudah dikirim ke Laboraturium Forensik,” kata AKP Zulham. (wan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Foto Mesum Barbaju PNS Mirip Mantan Istri Andika The Titans?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler