Modal Rp 50 Ribu, Acen Sukses Jadi Pengusaha Rumput Gandum

Sabtu, 27 Februari 2021 – 22:07 WIB
Acen menjual rumput gandum yang baik untuk kesehatan pencernaan kucing. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Bermodalkan Rp 50 ribu pada awal perjalannya membangun bisnis, Acen (33) tak menyangka kini bisa berbisnis rumput gandum.

Acen mengatakan, bisnis rumput gandum berawal dari konsumsi pribadi.

BACA JUGA: Jumlah UMKM di Gorontalo Utara Meningkat selama Pandemi Covid-19, Ini Sebabnya...

"Semua bermula dari kucing pertamaku, Tino yang sempat muntah-muntah," katanya suatu senja di Ibu Kota.

Dia menuturkan, saat berselancar di dunia maya, dia menemukan, rumput gandum yang bagus untuk pencernaan kucing.

BACA JUGA: Racik Ramuan Herbal dari Biji Salak Putut Kebanjiran Order, hingga Dua Ton Per bulan

Berangkat dari pengalaman itu lah, ia sadar ada potensi yang bisa dikembangkan menjadi petani rumput gandum modern di tengah perkotaan atau pertanian perkotaan (urban farming).

"Karena kebanyakan yang dijual secara daring itu cuma bibitnya bukan rumputnya,” ujar Acen.

BACA JUGA: Wow! Budi Daya Maggot, Petani di Bekasi Bisa Raup Omzet Rp12 Juta Per Bulan

Menurut Acen, rumput gandum atau biasa dikenal wheatgrass ini dikonsumsi kucing.

Idenya berawal dari titik jenuhnya bekerja kantoran di pertengahan 2020 dan pengalaman memelihara hewan kesayangan kucing.

Tidak berjalan mulus, butuh waktu berbulan- bulan bagi Acen meriset cara memaksimalkan potensi biji rumput gandum untuk kucing. Dia juga mencoba berbagai media tanam mulai dari tanah hingga kapas.

"Saya juga mencoba berbagai ragam metode penyiraman agar mendapatkan hasil yang terbaik," kata dia.

Dia membeli satu kilogram biji gandum untuk memulai bisnisnya dengan modal Rp 50 ribu.

Sebanyak 500 gram biji rumput gandum pun dihabiskannya dalam waktu lebih dari 30 hari itu untuk mendapatkan metode terbaik menghasilkan tanaman segar dengan nama ilmiah Tritucum aestivum itu.

Kelima kucing yang dipeliharanya bernama Tino, Soju, Kimi, Mochi, dan Cookie pun ikut membantu menjadi konsumen pertama mencicipi rumput gandum dalam risetnya.

Setelah berhasil menemukan formula yang tepat untuk menghasilkan tanaman rumput gandum dengan kualitas terbaik, sisa biji gandum lainnya pun disiapkannya untuk dijajakan lewat toko daring.

“Bermula dari riset- riset dan trial-error (coba dan gagal), akhirnya gue memutuskan bikin paket DIY (Do It Yourself) menanam rumput gandum dan juga rumput gandum yang sudah siap konsumsi untuk memulai bisnis kecil-kecilan itu yang bermodal Rp 50 ribu,” cerita Acen.

Pria yang juga cukup berpengaruh dalam bidang perjalanan wisata (traveling) di media sosial Instagram @acentris itu memaksimalkan jaringan pertemanannya untuk mengenalkan bisnis rumput gandum bagi kucing yang dijual di lapak daring bernama "Kekucingan".

Berbekal dari pengalaman kerjanya ngantor selama hampir satu dasawarsa, Acen pun menjadikan ‘Kekucingan’ sebagai nama tokonya tapi juga sebagai penanda untuk barang-barang yang dikembangkannya lewat riset.

Di bawah nama Kekucingan, bisnis rumput gandum miliknya jadi laris manis dan hingga akhir Februari 2021 produknya masuk dalam ketegori penjualan terpopuler di salah satu platform toko daring.

Ia tak pernah menyangka dari modal puluhan ribunya itu, dalam waktu lima bulan kini pemasukannya sebagai pengusaha sudah melebihi gajinya saat terakhir kali menjadi pegawai kantoran berpangkat manajer.

"Sekarang bisa jual 1.500an produk via online," pungkas dia. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler