Modus Baru Penipuan Perempuan Mengaku Pegawai PLN

Jumat, 08 September 2017 – 00:56 WIB
Uang. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, PACITAN - Kusno, 76, warga Lingkungan Kauman, Pucangsewu, Pacitan, Jatim, menjadi korban penipuan modus baru yang dilakukan perempuan dan laki-laki necis mengaku pegawai PLN, kemarin (7/9).

Pada sekitar pukul 10.00, pensiunan pegawai dinas pendidikan (dindik) itu didatangi seorang laki-laki dan perempuan berpakaian rapi di rumahnya di Lingkungan Kauman, Kelurahan Pucangsewu, Kecamatan Pacitan.

BACA JUGA: Pemerintah Jamin Tarif Listrik Tak Naik

Mereka datang naik mobil minicar warna hitam berpelat nomor Jakarta (B). Setelah memarkir mobil itu di pinggir Jalan S Parman mereka langsung bergegas masuk ke dalam rumah Kusno.

Awalnya, Kusno tidak menaruh curiga sama sekali pada dua orang tersebut. Seingat dia, mereka menawarkan program kelistrikan. Berupa jaminan perawatan panel listrik 900 watt. Tapi Kusno tidak memperhatikan itu.

BACA JUGA: Tingkatkan Rasio Elektrifikasi, PLN Bangun PLTU Jawa 4

Dua orang tersebut kemudian semakin banyak berbicara. Mereka bersahutan untuk meyakinkan Kusno bahwa program tersebut merupakan dari pemerintah.

Kusno disebut sangat beruntung bila ikut program jaminan perawatan panel listrik itu. Syaratnya, Kusno membayar biaya perawatan selama 10 kali sebesar Rp 4 juta.

BACA JUGA: IdulAdha, PLN Pastikan Paokan Listrik Aman

Entah kenapa, Kusno hanya mengangguk saja saat keduanya menjelaskan program tersebut. Dia mengaku seperti terbius.

Entah hipnotis atau bukan. Yang jelas, dia akhirnya merogoh uang Rp 8,5 juta. Dua orang tersebut lantas menjabat tangan Kusno serta memberikannya tanda terima.

Dan, meminta Kusno menunggunya di rumah. Mereka berjanji akan kembali datang setelah pemasangan besok.

Kedua orang itu kemudian pergi tanpa memberikan satu pun nomor telepon maupun alamat. Kusno baru menyadari kalau dirinya tertipu setelah satu jam kemudian.

Dia langsung menanyakan kebenaran program itu ke para tetangga. Namun, tidak ada satu pun orang yang membenarkan.

Oleh warga, dia kemudian diminta untuk mengklarifikasi program itu ke PLN UPJ Pacitan dengan membawa bukti kuitansi. Tapi, ternyata program yang dimaksud tidak ada.

Selanjutnya, Kusno melaporkan kejadian itu ke Satreskrim Polres Pacitan. ‘’Uang saya yang dibawa mereka Rp 8,5 juta,’’ akunya.

Di sekitar lokasi kejadian, warga setempat juga sempat menemukan kuitansi serupa. Bahkan, sebagian warga mengaku sempat melihat ciri-ciri pelaku.

Yang perempuan memakai hijab dan blazer hitam. Sementara, si pria mengenakan setelan kemeja warna putih dan celana kain. (her/eba)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga Bandel Bermain Layangan, PLN Dirugikan


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler