Moeldoko Ajak Mahasiswa Kenali Simbol Nasionalisme di Patung

Senin, 02 Oktober 2017 – 21:42 WIB
Mantan Panglima TNI Moeldoko saat memberi kuliah umum di Universitas Yudharta Pasuruan, Jatim, Senin (2/10). Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, PASURUAN - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko meminta semua pihak memaknai simbol-simbol dengan bijak.

Salah satunya Patung Pahlawan di Jakarta Pusat yang sempat dianggap simbol komunis oleh peserta aksi 299.

BACA JUGA: Berbagi Ilmu dengan Santri, Moeldoko Belajar Filsafat Ngalah

Menurut Moeldoko, patung yang lebih beken dengan nama Tugu Tani itu memiliki nilai sejarah nan tinggi.

"Jangan lihat dari fisiknya, tapi melihat untuk apa patung itu dulu dibuat. Patung itu adalah Patung Pahlawan. Patung itu cermin dari keberhasilan pertempuran di Irian Barat sehingga dilukiskan dalam bentuk patung,” kata Moeldoko usai memberi kuliah umum di Universitas Yudharta Pasuruan, Jatim, Senin (2/10).

BACA JUGA: Salut, Pak Moeldoko Tetap Mengabdi sebagai Panglima Tani

Di hadapan lebih dari seribu santri dan mahasiswa, Moeldoko juga membeberkan arti yang ada di balik patung itu.

Pada patung yang berdiri sejak 1963 itu terdapat tulisan berbunyi: Hanya Bangsa yang Dapat Menghargai Pahlawan-pahlawannya yang Dapat Menjadi Bangsa Besar.

BACA JUGA: Sip, Moeldoko Pilih Temui Petani Ketimbang Sibuk Berpolitik

“Simbol itu menggambarkan bagaimana seorang ibu membekali anaknya yang akan berangkat ke medan operasi. Itu sebenarnya simbol dan ditarik menuju doktrin sistem pertahanan negara,” ujar mantan KSAD itu.

Sistem pertahanan negara yang dimaksud adalah Sistem Pertahanan Rakyat Semesta sebagaimana termaktub dalam UUD 1945.

“Bahwasanya sistem pertahanan negara tidak hanya dibangun oleh komponen utama, bukan hanya oleh TNI. Di situ ada komponen cadangan (rakyat) dan di situ ada kompenen pendukung. Itulah sebuah cermin secara keseluruhan bagaimana sistem pertahanan sebuah negara,” papar doktor jebolan Universitas Indonesia (UI) itu.

Menurut ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu, negara lain akan gentar jika semua elemen di Indonesia memaknai Sistem Pertahanan Rakyat Semesta yang digambarkan Patung Pahlawan tersebut secara positif.

“Ini sebuah deterrent factor terhadap negara-negara lain. Hati-hati, lho. Jangan coba-coba menyerang Indonesia. Sebab, semua dari bangsa Indonesia memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan negaranya,” tegas Moeldoko. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Film PKI Jadi Polemik, Ini Pesan Moeldoko untuk Prajurit TNI


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler