Moeldoko Ajak Pemuda Jabar Gelorakan Semangat Siliwangi

Kamis, 30 November 2017 – 21:36 WIB
Mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko bicara dalam seminar nasional 'Membaca Indonesia Membaca Ancaman dan Peluang Masa Depan Indonesia' di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/11). Foto: Ist

jpnn.com, BANDUNG - Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menilai bahwa dunia saat ini memasuki masa revolusi industri ke empat. Bisa terlihat dengan berkembangnya teknologi digitalisasi di berbagai kehidupan masyarakat.

Untuk itu, generasi muda Indonesia harus sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi revolusi industri ke empat. Generasi muda tidak boleh lagi berdiam diri dan terlena dengan perkembangan saat ini agar Indonesia tidak tertinggal oleh negara lain.

BACA JUGA: Tiga Cara Mensejahterakan Petani Versi Moeldoko

"Para generasi muda khususnya di Jawa Barat harus menggelorakan semangat Siliwangi yang merupakan semangat perubahan. Menggelorakan semangat Siliwangi bisa membuat Indonesia bisa melewati revolusi industri ke empat," jelas Moeldoko dalam seminar nasional bertema 'Membaca Indonesia Membaca Ancaman dan Peluang Masa Depan Indonesia' di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/11).

Mantan pangdam Siliwangi itu menjelaskan maksud dari semangat Prabu Siliwangi yakni cinta damai, kuat dan pemberani, patuh pada pimpinan serta penjaga ekositem alam.

BACA JUGA: HKTI: Indonesia Akan Jadi Produsen Kelapa Terbesar Dunia

Selain itu, generasi muda Indonesia juga harus meneladani sikap toleran Prabu Siliwangi yang memberikan jalan kepada anaknya untuk berkuasa walaupun berbeda agama.

"Dunia ke depan sudah berubah tak seperti yang dipikirkan lagi. Saat ini kaum muda harus menjadi generasi Siliwangi dengan tagline gue Siliwangi, gue pemberani," ujar Moeldoko.

BACA JUGA: Cerita Mentan Dibantu Moeldoko Jalankan Tugas Sulit Jokowi

Moeldoko yang saat ini menjabat ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) juga mengingatkan bahwa dalam melakukan perubahan generasi muda perlu keberanian. Adanya keberanian yang akan membuat Indonesia bisa bersaing nanti.

"Kalau saya boleh meminjam bahasa Sunda, anak muda saat ini tidak boleh lagi kumaha engke weelah (kemana saja ikut) lagi. Namun hal itu harus dibalik menjadi engke kumaha weelah," paparnya.

Keberanian melakukan perubahan pada generasi muda bisa terganggu dari tiga zona ketakutan atau fear zone. Pertama, faktor fisik yang dipengaruhi takut terhadap kondisi yang tidak nyaman, faktor intelektual dipengaruhi takut dianggap berbeda, dan faktor emosional yang takut terhadap reaksi tidak diinginkan.

"Jika anda berhasil menaklukkan zona satu ini, anda bisa menjadi pribadi yang pemberani," tuturnya.

Fear zone kedua adalah faktor fisik yang dipengaruhi oleh takut melangkah untuk berubah. Sedangkan faktor emosional dipengaruhi oleh takut terlibat atau konfrontasi dengan orang lain dan faktor intelektual dipengaruhi takut untuk dihakimi.

"Generasi muda bisa berhasil menaklukkan zona kedua ini bisa membentuk sebuah tim yang pemberani," jelas Moeldoko.

Fear zone ketiga yaitu faktor fisik dipengaruhi takut menghadapi masa depan yang tidak pasti, faktor emosional dipengaruhi takut muncul saat organisasi menghadapi masa-masa sulit. Serta faktor intelektual dipengaruhi takut kegagalan di dalam organisasi.

"Berhasil menaklukkan zona ketiga ini bisa membangun organisasi yang pemberani," katanya.

Lebih jauh, dia menyampaikan keberanian untuk melakukan perubahan pada generasi muda harus dimulai dari hal-hal kecil dahulu. Rasa takut yang datang sangat wajar karena merupakan sebuah risiko.

"Menjadi pemimpin tidak membuat anda menjadi seorang pemberani. Tapi pemberani bisa membuat anda menjadi seorang pemimpin," demikian Moeldoko. (wah/rmol)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gelar Syukur Panen, Moeldoko Dorong Peran Petani Milenial


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Moeldoko   Jabar   Pemuda NKRI  

Terpopuler